Pemuliaan Gelap Saat Tilem Ditujukan Pada Dewa Siwa, Lakukanlah Hal Ini

Dalam konteks kebudayaan di Bali yang dimuliakan bukan bulan terang saja, tapi gelap yang paling gelap juga dimuliakan.

Pemuliaan Gelap Saat Tilem Ditujukan Pada Dewa Siwa, Lakukanlah Hal Ini
Istimewa
Desa Pakraman Intaran, Sanur Kauh menggelar prosesi upacara Ngusaba Desa lan Nangluk Merana di Pantai Sanur, pada Tilem Sasih Kelima yang jatuh pada Selasa (29/11/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Dalam konteks kebudayaan di Bali yang dimuliakan bukan bulan terang saja, tapi gelap yang paling gelap juga dimuliakan.

Maka Tilem Kapat atau bulan mati pada bulan keempat sesuai bulan Bali yang jatuh pada hari, Selasa (9/10/2018) juga sangat dimuliakan.

Menurut Staf Pusat Kajian Lontar Universitas Udayana, Putu Eka Guna Yasa, pemujaan kepada gelap atau Tilem itu jelas sekali ditujukan kepada Siwa.

“Jnyana sidantha menyebutkan, di dalam matahari ada suci, di dalam suci ada siwa, di dalam siwa ada gelap yang paling gelap. Itu yg menyebabkan tilem mendapatkan pemuliaan,” kata Guna.

Guna mengatakan di daerah Bangli ada Pura Penileman, dimana setiap Tilem dilakukan pemujaan di sana.

“Di Pura Penileman dilakukan pemujaan kepada Siwa, karena ada warga masyarakat yang nunas (meminta) pengidep pati atau sarining taksu jelas sudah Siwa. Bukti arkeologis ada arca Dewa Gana yang merupakan putra Siwa,” katanya.

Dalam buku Sekarura karya IBM Dharma Palguna halaman 9 dikatakan, kepada kita para Guru Kehidupan (dan Guru Kematian) mengajarkan agar menghormati gelap, tidak kurang dari hormat pada terang.

Hormat pada gelapnya bulan mati (Tilem) tidak kurang dari hormat kita pada terang bulan purnama.

Disebutkan lebih lanjut dalam buku itu pada halaman 10, pembelaan Mpu Tan Akung kepada gelap yaitu gelap tidak harus dihindari atau diusir dengan mengadakan terang buatan.

Tapi dengan memasukinya, menyusupinya, meleburkan diri di dalamnya, atau memasukkannya ke dalam diri.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help