Soal Penolakan IMF-WBG, Gubernur Koster: Itu Tidak Merepresentasikan Masyarakat Bali

Gubernur Bali, I Wayan Koster menanggapi adanya berbagai aksi di kalangan masyarakat yang menolak perhelatan IMF-WBG di Bali

Soal Penolakan IMF-WBG, Gubernur Koster: Itu Tidak Merepresentasikan Masyarakat Bali
Istimewa
Gubernur Bali, Wayan Koster. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali, I Wayan Koster menanggapi adanya berbagai aksi di kalangan masyarakat yang menolak perhelatan IMF-WBG di Bali.

Menurutnya, aksi-aksi tersebut tidak merepresentasikan masyarakat Bali.

Hal itu Gubernur Koster ungkapkan saat melakukan jumpa pers di Kantor Gubernur Bali pada Selasa (9/10/2018) sore.

Baca: Gubernur Koster Ungkap Komunikasi dengan Menteri PU Terkait Proyek Senilai Rp 1,5 Triliun

"Jadi kami tidak terganggu, silakan ada suara-suara seperti itu. Kami sedikitpun tidak gentar, kami jalan terus. Kami komit untuk acara ini harus sukses, harus berhasil," kata Koster.

"Yang seperti itu saya yakin itu tidak merepresentasikan masyarakat Bali," kata Koster lagi.

Dirinya memaparkan bahwa masyarakat Bali hidup dari perekonomian tersebut yakni dari sektor pariwisata.

Ia juga menyebutkan bahwa aslinya masyarakat Bali sebagai masyarakat yang ramah kepada wisatawan, terlebih terhadap tamu negara terhormat.

"Saya yakin masyarakat Bali menempatkan diri pada kulturnya, santun, ramah, menghormati tamunya. Itu yang demo-demo itu saya yakin bukanlah merepresentasikan masyarakat Bali yang sesungguhnya," tegas Koster.

Terkait adanya aksi penolakan tersebut, Gubernur Koster mengimbau kepada seluruh komponen masyarakat Bali untuk menyukseskan penyelenggaraan IMF-WBG tersebut.

Komponen tersebut mulai dari jajaran pemerintah daerah, TNI/Polri, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, instansi swasta, kalangan pariwisata sampai insan pers.

Koster meminta untuk secara bersama-sama berkomitmen, bertanggungjawab dan mendukung terwujudnya suasana Bali yang aman, nyaman dan damai secara skala dan niskala. (*)

Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved