Sosialisasi Pakem, Tangkal Paham Radikalisme Masuk Bali dan Sukseskan IMF

Bertempat di Catur Muka Denpasar, Selasa (9/10/2018) dilaksanakan sosialisasi Pakem (Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat) Kota Denpasar.

Sosialisasi Pakem, Tangkal Paham Radikalisme Masuk Bali dan Sukseskan IMF
Tribun Bali/Putu Supartika
Manggala Agung Pecalang Bali, Made Mudra, saat menggelar sosialisasi Pakem di kawasan patung Caturmuka di Denpasar, Selasa (9/10/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bertempat di Catur Muka Denpasar, Selasa (9/10/2018) dilaksanakan sosialisasi Pakem (Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat) Kota Denpasar.

Hal itu juga dibarengi dengan deklarasi Bali aman dan tidak terpengaruh ajaran radikal.

Sosialisasi ini diikuti oleh 75 orang dari berbagai elemen masyarakat mulai dari pecalang, umat Hindu, Islam, Budha, Kristen, Protestan, Kong Hu Cu, maupun aliran kepercayaan yang telah terdaftar di Indonesia.

Manggala Agung Pecalang Bali, Made Mudra mengatakan dengan sosialisasi Pakem ini paham ektrimis dan radikal tak berani masuk ke Bali.

"Kami dari unsur Pecalang betul-betul menjaga kedamaian ini dan menjadikan Bali nyaman agar orang yang akan datang ke Bali menjadi aman," kata Mudra.

Apalagi Bali ini menjadi tuan rumah pelaksanaan pertemuan IMF-World Bank.

"Lebih-lebih dalam ivent bertaraf internasional IMF ini harus kita sukseskan. Kita akan menjaga dan berusaha menjaga agar tidak sampai aliran radikal ini masuk ke Bali," imbuhnya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved