Pertemuan IMF dan Bank Dunia di Bali

Wow, Pendanaan Swasta untuk Infrastruktur Indonesia Capai 60 Persen

Topik pembiayaan infrastruktur, dipilih dalam rangkaian pertemuan IMF-WB Annual Meeting 2018 di Nusa Dua, Badung.

Wow, Pendanaan Swasta untuk Infrastruktur Indonesia Capai 60 Persen
Tribun Bali/AA. Seri Kusniarti
Menteri BUMN, bersama OJK dan BI saat konferensi pers di Conrad, Nusa Dua, Badung, membicarakan ihwal Paradigma Baru Pembiayaan Infrastruktur di Indonesia, Selasa (9/10/2018).  

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Topik pembiayaan infrastruktur, dipilih dalam rangkaian pertemuan IMF-WB Annual Meeting 2018 di Nusa Dua, Badung.

Indonesia sebagai negara berkembang, masih membutuhkan banyak pembangunan infrastruktur.

Kemudian Menkeu membuat skema KPBU, yaitu kerjasama antara pemerintah dan swasta dalam pembangunan infrastruktur.

Pembahasan ini, melibatkan 200 investor potensial dalam diskusi panel ‘Forum Investasi Indonesia 2018’ di Conrad, Nusa Dua, Badung, Selasa (9/10/2018).

Lebih lanjut, pemerintah telah menetapkan proyek strategis nasional (PSN), dengan kebutuhan pembiayaan untuk pembangunan 223 proyek dan 3 program mencapai 307 miliar dolar.

“Dengan target pembangunan cukup tinggi, peran serta seluruh pihak sangat diperlukan. Diestimasikan 60 persen dari total pendanaan atau setara 181 miliar dolar berasal dari pendanaan pihak swasta dan 31 persen dari total pendanaan atau setara 94 miliar dolar berasal dari dana BUMN,” sebut Menteri BUMN, Rini Soemarno.

Lanjutnya, usaha melibatkan pihak swasta dalam proyek infrastruktur telah membuahkan hasil. Pada 11 Oktober 2018, akan ditandatangani 21 proyek infrastruktur pada 12 BUMN dengan total nilai proyek sekitar 13,6 miliar dolar.

“Penandatanganan ini mencerminkan tingginya minat investor  domestik dan luar negeri berinvestasi pada infrastruktur Indonesia,” tegasnya.

Serta mempertegas, inovasi pembiayaan infrastruktur di pasar keuangan Indonesia terus berkembang. Salah satunya dengan ditandatanganinya pernyataan efektif dari OJK, terkait penerbitan Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA) oleh Mandiri Manajemen Investasi, yang akan terus didorong perkembangannya. Inovasi lainnya, adalah fasilitas hedging syariah yang mendampingi pemberian kredit syariah. (*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved