BSSN Siap Dukung Perkembangan Ekonomi Nasional dan Ciptakan Kedaulatan Siber Aman dan Damai

Pemerintah Indonesia membentuk Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Acara konferensi CodeBali 2018 pada Rabu (10/10/2018) pagi

BSSN Siap Dukung Perkembangan Ekonomi Nasional dan Ciptakan Kedaulatan Siber Aman dan Damai
Tribun Bali/Ahmad Firizqi Irwan
Djoko Setiadi selaku Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) saat memberikan tanggapan mengenai pengamanan siber nasional di acara CodeBali 2018, bertempat di Padma Resort Hotel, Legian, Badung, Bali pada Rabu (10/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - "Menanggapi berbagai ancaman siber yang hingga saat ini begitu massive terjadi, maka dari itu Pemerintah Indonesia membentuk Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)," ujar Kepala BSSN, Djoko Setiadi.

Hal itu Djoko Setiadi ungkapkan saat menghadiri acara konferensi CodeBali 2018 dengan tema 'Cyber Security Solution for the Emerging Threat: Protection in Critical Information Infrastructure and Iot World' pada Rabu (10/10/2018) pagi.

Djoko Setiadi melalui lembaga sandi negara ingin mengemban tugas pemerintahan di Bidang Keamanan Siber dan Persandian, dalam rangka mewujudkan keamanan serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Pengelolaan keamanan siber di Indonesia tidak dapat berjalan dengan baik, jika keterlibatan dari stakeholder tidak mendukung, baik dalam sektor pemerintah, publik, dan juga di sektor infrastruktur kritis nasional.

"Sebagaimana kita ketahui, saat ini berkembang isu dari media internasional, ada sebuah badan intelijen militer melakukan serangan siber yang menargetkan lembaga-lembaga politik, bisnis, media dan badan olahraga diseluruh dunia," jelasnya.

"Dengan adanya perkembangan siber di dunia yang sedang menghangat ini, Indonesia membuka pintu kerja sama dengan negara manapun sesuai dengan kerangka politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif," tambahnya.

Djoko Setiadi menyampaikan, konferensi ini juga dinilai sangat tepat dalam menghadapi Cyber War melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, dalam upaya menciptakan kedaulatan siber yang aman dan damai di Indonesia khususnya dan negara lainnya.

Selain itu, BSSN sangat mengapresiasi tujuan kegiatan konferensi CodeBali ini, yang dapat menumbuhkan dan juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan siber dalam menghadapi ancaman yang semakin besar, khususnya pada infrastruktur penting internet.

Hadirnya BSSN sebagai penyelenggara untuk pertama kalinya pada acara CodeBali tahun ini, diharapkan dapat menghasilkan hal-hal yang lebih berguna dalam menjaga atau mengamankan siber di Indonesia.

Namun, dalam hal lainnya, tugas BSSN dalam mengawal keamanan siber nasional tidaklah ringan.

Banyak pekerjaan yang harus dilakukan, sedangkan fokus pemerintah Indonesia saat ini pada tanggap darurat akibat bencana alam yang melanda di beberapa kawasan Indonesia, seperti Gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Gempa Bumi dan Tsunami di Palu, Sulawesi Tengah.

Adapun keamanan siber sangat diperlukan pada agenda besar nasional, seperti halnya pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia, pengamanan pada legislatif dan juga pemilu Presiden 2019.

"Meskipun usia organisasi BSSN masih baru dan dukungan anggaran yang terbatas, namun BSSN selalu siap untuk melaksanakan seluruh agenda tersebut melalui kolaborasi dalam pemanfaatan sumber daya siber nasional," tambahnya.(*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved