Pertemuan IMF dan Bank Dunia di Bali

Dampak IMF-WB di Bali Akan Tambah 40-50 Ribu Tenaga Kerja Baru

Biaya akomodasi dan makan peserta annual meeting IMF-World Bank ditangung oleh peserta sendiri.

Dampak IMF-WB di Bali Akan Tambah 40-50 Ribu Tenaga Kerja Baru
Tribun Bali/Putu Supartika
Acara Ngobrol Bareng Aliansi Mahasiswa Bali di Auditorium Pascasarjana IHDN Denpasar, Rabu (10/10/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Biaya akomodasi dan makan peserta annual meeting IMF-World Bank ditangung oleh peserta sendiri.

Sehingga pengeluaran dari peserta ini akan menambah pemasukan devisa bagi negara.

"Harga satu kamar hotel di Nusa Dua yang paling murah rata-rata 5 sampai dengan 6 juta. Dengan kehadiran mereka akan naik jadi 8 juta. Dan mereka tidak tinggal sehari tapi lima sampai 10 hari. Selain itu sekali makan mereka akan makan seharga 3 - 4 juta. Sehingga pengeluaran mereka akan jadi bagian pemasukan devisa negara," kata Deputi IV Bidang Koordinasi SDM, IPTEK, dan Kebudayaan Maritim Republik Indonesia, Safri Burhanuddin dalam acara Ngobrol Bareng Aliansi Mahasiswa Bali di Auditorium Pascasarjana IHDN Denpasar, Rabu (10/10/2018).

Selain itu dari perincian Bappenas menurut Safri pertumbuhan ekonomi di Bali akibat IMF-WB ini diperkirakan akan naik 1 persen dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 35 orang.

Awalnya dengan peserta 19 ribu orang kenaikan diperkirakan sebesar 0-65 persen.

Sementara itu pertumbuhan normal perekonomian Bali yaitu 5.5 persen sehingga dengan penyelenggaraan IMF-WB ini akan menjadi 6.5 persen.

"Dari 5.5 persen menjadi 6.5 persen itu akan menambah jumlah tenaga kerja lebih dari 40 ribu sampai 50 ribu tenaga kerja baru," paparnya.

Selain itu, ada lima keuntungan bagi Indonesia dengan adanya event ini.

Keuntungan tersebut yaitu Indonesia bisa tampil sebagai negara maju, penyelenggaraan di Bali dapat memberikan nilai posisi baik bagi Bali sendiri, Indonesia bisa fokus menarik investasi, terjadi percepatan pembangunan infrastruktur, serta IMF-WB ikut memberikan perhatian dan dukungan dalam percepatan penanggulangan dampak gempa Palu.

Dengan tetap dilaksanakannya event ini walaupun di Palu terjadi bencana, menurutnya akan menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara besar.

"Tentu pelaksanaannya secara bijaksana dengan mengurangi pesta," katanya.

Ia juga menambahkan bahwa IMF tak pernah melarang dengan catatan ada pemberitahuan tiga hari sebelumnya.

Tidak juga ada pelarangan untuk melakukan aktivitas sepanjang tidak mengganggu, dan walaupun sekolah diliburkan pihaknya berdalih itu hanya di wilayah pelaksanaan IMF di Badung saja. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help