Pertemuan IMF dan Bank Dunia di Bali

Di Depan Mahasiswa Bali, Safri: Saya Nggak Yakin GWK Selesai & Underpass Ada Jika Tak Ada IMF

Deputi IV Bidang Koordinasi SDM, IPTEK, dan Kebudayaan Maritim Republik Indonesia, Safri Burhanuddin dalam acara Ngobrol Bareng Aliansi Mahasiswa Bali

Di Depan Mahasiswa Bali, Safri: Saya Nggak Yakin GWK Selesai & Underpass Ada Jika Tak Ada IMF
Tribun Bali/Putu Supartika
Acara Ngobrol Bareng Aliansi Mahasiswa Bali di Auditorium Pascasarjana IHDN Denpasar, Rabu (10/10/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Deputi IV Bidang Koordinasi SDM, IPTEK, dan Kebudayaan Maritim Republik Indonesia, Safri Burhanuddin dalam acara Ngobrol Bareng Aliansi Mahasiswa Bali di Auditorium Pascasarjana IHDN Denpasar mengatakan dirinya tidak yakin bahwa GWK, Underpass, maupun penataan TPA Suwung itu ada.

"Ini karena ada annual meeting maka penataan dipercepat semua di Bali. Kalau seandainya tidak ada annual meeting ini saya nggak yakin ini ada barang ini underpass. Saya nggak yakin GWK jadi. GWK itu sudah lama semenjak presiden Suharto kok," kata Safri, Rabu (10/10/2018).

Ia mengatakan bahwa revitalisasi TPA merupakan anggaran dari PU dan tidak ada hubungannya dengan anggaran pelaksanaan IMF-WB begitupula untuk anggaran perluasan apron bandara maupun pembuatan underpass.

"Total anggaran yang disetujui DPR itu 855 miliar. Yang tereliasasi sebanyak 556 miliar. Sehingga ada penghematan 288 miliar. Karena kondisi gempa beberapa agenda dikurangi," imbuhnya.

Tahun 2021 sebanyak 189 negara peserta berebut untuk jadi tuan rumah IMF ini.

Untuk menjadi tuan rumah IMF-WB ini Indonesia telah mengusulkan sejak tahun 2014.

Dimulai dari bulan September 2014 yang dimulai dengan pengajuan diri yang juga penyerahan proposal.

Selanjutnya bulan April 2015 ditetapkan tiga nominasi negara yang akan jadi tuan rumah IMF yaitu Indonesia, Mesir, dan Senegal.

Pada bulan Oktober 2015 penetapan Indonesia sebagai tuan rumah.

Selanjutnya Agustus 2016 ada penandatanganan MoU antara Kemenkeu dan BI dengan IMF-WB.

Selanjutnya pada Maret 2017 pembentukan panitia nasional.

Safri juga menambahkan bahwa peserta annual meeting ini dihadiri hingga 35.557 peserta karena nama Bali.

Padahal target awalnya hanya direncanakan 18 ribu peserta.

"Sebanyak itu karena nama Bali. Kalau di Jakarta tidak akan sebanyak itu, paling 15 ribu. Ini baru peserta saja yang 35 ribu, belum anak istri," imbuhnya.

Dan selama pelaksanaan annual meeting IMF-WB dari tanggal 8 hingga 14 Oktober akan ada sebanyak 2500 pertemuan. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help