Direktur Pelaksana IMF dan Ekonom INDEF Tegaskan Indonesia Tidak Butuh Pinjaman IMF

Ekonom INDEF, Bhima Yudhistira, menyetujui pernyataan bahwa Indonesia tidak membutuhkan pinjaman dari IMF

Direktur Pelaksana IMF dan Ekonom INDEF Tegaskan Indonesia Tidak Butuh Pinjaman IMF
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Para pimpinan wanita dalam bidang keuangan saat berbicara tentang kesetaraan gender di dunia kerja dalam pertemuan IMF-WBG 2018, Selasa (9/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira, menyetujui pernyataan bahwa Indonesia tidak membutuhkan pinjaman dari IMF.

“Belum perlu utang, karena utang IMF diperlukan saat terjadinya krisis. Sekarang ekonomi Indonesia tidak dalam fase krisis. Sejak 2006 juga urusan utang piutang indonesia ke IMF sudah lunas,” jelasnya kepada Tribun Bali, Rabu (10/10/2018).

Pria yang akrab disapa Bima ini, tak menampik bahwa Indonesia pernah meminjam ke IMF namun telah lunas.

“Kita pernah pinjam ke IMF ketika krisis 1998, dan sudah lunas sejak 2006. Selama mengalami krisis ekonomi, IMF menyetujui pinjaman untuk Indonesia sebesar 17,36 miliar Special Drawing Rights (SDR) setara 23,53 miliar dolar, atau sekitar Rp 130 triliun,” sebutnya.

Sebagai ekonom muda, ia berharap Indonesia tak kembali meminjam ke IMF.

“Bahaya utang ke IMF, karena sifatnya mendikte kebijakan ekonomi dan mempromosikan liberalisme. Misalnya, paska 98 banyak BUMN diprivatisasi,” tegasnya.

Lanjutnya, mengenai utang negara yang kerap dibahas saat ini, bukanlah utang dari IMF.

“Pemerintah sekarang itu berutang ke bilateral dengan negara lain, berbentuk pinjaman dan sisanya 80 persen adalah surat berharga negara,” jelasnya.

Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde, sebelumnya juga menegaskan bahwa Indonesia tidak butuh pinjaman IMF.

"Pinjaman dari IMF bukan pilihan, karena ekonomi Indonesia tidak membutuhkannya," kata Lagarde di Nusa Dua.

Lagarde mengatakan bahwa manajemen ekonomi Indonesia saat ini telah dilakukan secara optimal melalui koordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia dan pihak-pihak terkait.

"Perekonomian Indonesia dikelola dengan sangat baik oleh Presiden Jokowi, Gubernur Perry, Menteri Sri Mulyani, Menteri Luhut, dan rekan-rekan mereka," katanya. (*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved