Kondisi Terkini Pemain Bali United U-19 Setelah Beberapa Pertandingan Babak Penyisihan Liga 1 U-19

Dokter tim Bali United U-19, Gede Mahardika mengungkapkan kondisi terkini para pemain BU U-19

Kondisi Terkini Pemain Bali United U-19 Setelah Beberapa Pertandingan Babak Penyisihan Liga 1 U-19
Tribun Bali/Putu Dewi Adi Damayanthi
Latihan Bali United U-19┬ádi Lapangan Banteng, Seminyak, Kuta, Bali, Selasa (9/10/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Dokter tim Bali United U-19, Gede Mahardika mengungkapkan kondisi terkini para pemain Bali United U-19, usai melakukan beberapa pertandingan di babak penyisihan grup B Liga 1 U-19 2018.

“Kalau untuk pemain sendiri sih, rata-rata memang ada yang belum kondisinya 100 persen, beberapa memang terkendala dari jadwal bertanding yang cukup padat, di mana waktu recovery itu kadang-kadang maksimal cuma dapat satu hari. Ada beberapa pemain yang kalau terjadi cedera itu minimal membutuhkan rest 3 sampai 4 hari, tapi gara-gara jadwal pertandingan yang padat ini, istirahat pemain jadi tidak maksimal,” ucapnya di Lapangan Banteng, Seminyak, Kuta, Bali, Selasa (9/10/2018).

Jeda waktu yang didapat tim yang mengikuti Liga 1 U-19 2018 menuju pertandingan selanjutnya ialah kurang lebih dua hari.

Karena waktu recovery dan istirahat yang terbilang singkat tersebut, tim Bali United U-19 memiliki cara tersendiri untuk menjaga kondisi para pemain.

“Setiap selesai pertandingan kami (melakukan) terapi di Stadion Dipta, ada terapi kolam es sama terapi panas, kami usahakan setiap usai pertandingan pemain dapat semua, yang bertanding maupun tidak bertanding, di mana itu untuk menjaga kondisi para pemain sendiri,” ucapnya.

Ia menjelaskan, terapi dilakukan dengan cara pemain masuk ke dalam kolam air hangat selama 5 menit, lalu masuk ke kolam biasa 5 menit dan kembali ke kolam hangat 5 menit, jadi total sekitar 15 menit para pemain melakukan terapi kolam air hangat tersebut.

Sedangkan untuk kolam es sendiri terapi dilakukan dengan durasi waktu sekitar 10 menit, yaitu 5 menit pertama para pemain berada di kolam es dan 5 menit kedua para pemain berada di kolam biasa.

Dua terapi tersebut dilakukan untuk menjaga kebugaran para pemain Bali United U-19.

Mahardika mengungkapkan, fisik pemain juga cukup terkuras selama kompetisi, sehingga setiap jeda atau waktu istirahat pertandingan para pemain diberikan krim salep agar otot pemain tidak lelah.

“Kalau fisik pemain saya rasa cukup terkuras ya, gara-gara kompetisi juga, makanya setiap jeda babak itu biasanya kami lakukan penanganan seperti pemberian krim salep agar pemain tidak kecapekan/kelelahan ototnya,” ujarnya.

Sejak kick off Liga 1 U-19 2018 dimulai, beberapa pemain BU  U-19 ada yang mengalami cedera sehingga masih dalam pantauan dokter tim, seperti Harlem Anggariva, Syarifudin dan Dian Ardiansyah.

“Ada beberapa pemain yang masih kami pantau kondisinya, seperti Harlem yang mendapatkan cedera di lutut kiri, itu cedera pas pertandingan pertama melawan Madura United U-19. Syarifudin juga mengalami cedera angkel kaki kiri saat pertandingan melawan Madura. Dian Ardiansyah mengalami muscle spasme di paha kiri. Tiga pemain itu yang masih kami pantau, di luar pemain itu saya rasa kondisinya bisalah untuk pertandingan melawan Persela Lamongan,” katanya.

Pada pertandingan selanjutnya babak penyisihan grup B Liga 1 U-19 2018, Bali United U-19 akan melawan Persela Lamongan U-19 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis  (11/10/2018).(*)

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved