Nelayan Serangan Mengadu ke LBH Bali, Ini Jawaban Pihak BTID

Kedatangan mereka bertujuan untuk mengadukan terkait nasibnya setelah mulut kanal di Serangan dibuka oleh PT BTID

Nelayan Serangan Mengadu ke LBH Bali, Ini Jawaban Pihak BTID
Tribun Bali/Putu Supartika
Nelayan Serangan mengadu ke LBH Bali, Rabu (10/10/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Beberapa perwakilan nelayan Serangan, Rabu (10/10/2018) mendatangi kantor LBH Bali di Jalan Plawa Denpasar.

Kedatangan mereka bertujuan untuk mengadukan terkait nasibnya setelah mulut kanal di Serangan dibuka oleh PT BTID sekaligus meminta perlindungan hukum.

Ketua Kelompok Nelayan Mina Cipta Larya 2, Nyoman Wirata menuturkan kronologis pembukaan kanal yang kini membuat dirinya dan puluhan nelayan lainnya tergusur dari tempat itu.

Berawal pada tanggal 3 September 2018 nelayan diberikan surat undangan untuk ikut rapat di desa adat Pura Dalem Kahyangan terkait pembukaan mulut kanal dan pada rapat itu diperoleh keputusuan bahwa seluruh peserta rapat menolak mulut kanal dibuka dengan alasan bahwa tempat nelayan untuk menambatkan perahu hilang.

"Jika terpaksa harus dibuka dengan alasan kegiatan IMF, kami memberikan solusi memperbolehkan mulut kanal dibuka dengan syarat ada akses jembatan menuju ke pantai timur kanal sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum khususnya nelayan," kata Wirata.

Pada tanggal 4 September pagi, pihaknya mendatangi PT BTID namun menurutnya BTID tak mengambil sikap apapun.

Selanjutnya tanggal 5 September pihak BTID langsung memberikan surat ke desa adat terkait upacara ngeruak di tempat pembukaan kanal.

"Tanggal 5 kami langsung ke lokasi sehingga terjadi gesekan dengan petugas BTID. Selanjutnya terakhir di Polresta tanggal 14 atau 4 hari menjelang upacada ngeruak ada pertemuan dan kami dibatasi untuk bicara. Yang bicara hanya pihak BTID, desa dan aparat. Seharusnya ini ada dialog sedangkan pembawa acara tidak memberikan dan tidak memberikan solusi atas opsi yang kami berikan," katanya.

Selanjutnya tanggal 18 September pagi petugas kepolisian datang ke lokasi dan lokasi pembongkaran dipasangi police line.

Mereka pun kaget dan membuat banyak nelayan ketakutan.

Halaman
1234
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help