Sri Mulyani: Human Capital Kunci Atasi Kemiskinan dan Ketidaksetaraan

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menegaskan Indonesia berkomitmen terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia

Sri Mulyani: Human Capital Kunci Atasi Kemiskinan dan Ketidaksetaraan
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Para pimpinan wanita dalam bidang keuangan saat berbicara tentang kesetaraan gender di dunia kerja dalam pertemuan IMF-WBG 2018, Selasa (9/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menegaskan Indonesia berkomitmen terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (human capital), dan siap berkontribusi secara global melalui kerja sama selatan-selatan dan kerja sama Triangular.

Human Capital merupakan persoalan yang sangat penting karena menjadi penentu dalam mengatasi persoalan kemiskinan.

Human Capital adalah kunci menuntaskan kemiskinan dan ketidaksetaraan, di mana investasi pada human capital adalah pondasi untuk kemakmuran dan kunci penggerak high-income growth,” ujar Sri Mulyani dalam paparan khusus (special address) ‘Pertemuan Tingkat Tinggi Antar Parlemen’ yang membahas tema ‘Investing in Human Capital’, sebagai bagian dari Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018 di Nusa Dua, Bali, Senin (8/10/2018).

Di hadapan para delegasi dari berbagai negara, Menkeu juga menekankan pentingnya penanganan stunting.

“Kesehatan adalah faktor penting, yang memengaruhi kualitas modal manusia. Kekurangan gizi adalah salah satu masalah serius, stunting bisa merusak masa depan bangsa. Kita masih banyak menemukan stunting di Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menekankan, kerja sama harus dibangun dengan prinsip dan nilai, serta visi dan tujuan bersama yang menempatkan investasi human capital sebagai tujuan utama.

Investasi pada human capital adalah pusat dari pembangunan manusia dan sangat berdampak pada kemajuan ekonomi.

“Karena itu, pertemuan ini membahas bagaimana anggota parlemen dapat mendukung investasi pada human capital di negara masing-masing pada area pemuda, gender, governance, dan juga Human Capital Index terbaru dari Bank Dunia,” jelasnya.

Sebanyak 60 anggota parlemen dari 25 negara, menghadiri acara yang diselenggarakan oleh the Parliamentary Network dan Parlemen Indonesia, bekerja sama dengan Bank Dunia dan IMF.

Tahun ini pembahasan fokus kepada wilayah Asia dengan mengedepankan kisah sukses pembangunan dari wilayah Asia, dan peluncuran Parliamentary Network’s Asia Chapter pada 9 Oktober 2018.

Pertemuan tingkat tinggi antar parlemen, kata dia, memainkan peran penting dalam membangun political will untuk memastikan progam pembangunan dan Sustainable Development Goals (SDGs) terlaksana, serta menumbuhkan rasa kepemilikan kepada negara dan menjaga akuntabilitas.

Selain Menteri Keuangan, pembicara lain pada acara ini adalah Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Managing Director IMF Christine Lagarde, Presiden World Bank Jim Yong Kim, CEO Bank Dunia Kritalina Georgieva. (*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help