Aktivitas 3 Kelompok Nelayan Terganggu, Nelayan Serangan Mengadu ke LBH Bali

3 kelompok nelayan di seputaran Serangan saat ini tak bisa leluasa aktivitas di seputaran pantai Serangan

Aktivitas 3 Kelompok Nelayan Terganggu, Nelayan Serangan Mengadu ke LBH Bali
Tribun Bali/Putu Supartika
Perwakilan kelompok nelayan Serangan mengadu ke kantor LBH Bali Jalan Plawa Denpasar, Rabu (10/10/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Para nelayan yang tergabung di 3 kelompok nelayan di seputaran Serangan saat ini tak bisa leluasa aktivitas di seputaran pantai Serangan.

Ini karena lokasi parkir jukung yang selama ini dipakai sudah tidak diperbolehkan lagi oleh PT BTID yang ‘menguasai’ tempat parkir jukung.

Atas kondisi ini, nelayan mengadu ke LBH Bali.

Ketua Kelompok Nelayan Mina Cipta Larya 2, Nyoman Wirata mengatakan, aktivitas nelayan terganggu setelah kanal dibuka.

Akibatnya, perahu yang bisanya parkir di lokasi ini tak bisa lagi bersandar di area tersebut.

"Jika terpaksa harus dibuka dengan alasan kegiatan IMF, kami memberikan solusi memperbolehkan mulut kanal dibuka dengan syarat ada akses jembatan menuju ke pantai timur kanal, sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat khususnya nelayan," kata Wirata ditemui di kantor LBH Bali Jalan Plawa Denpasar, Rabu (10/10/2018).

Lumpuhnya aktivitas nelayan lantaran tempat bersandar sudah tidak ada.

"Tanggal 19 (September) malam semua bangunan yang kami gunakan untuk menambatkan perahu dihancurkan," paparnya.

Selain itu dirinya juga menerima telepon dari seseorang yang ia kenal untuk melakukan kalkulasi terkait kerugian mendapatkan kompensasi.

"Saya menolak, pikiran saya kompensasi diberikan hanya beberapa bulan, sementara ini terkait nasib kami selanjutnya," imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved