Candi Bentar di Jembrana Alami Kerusakan Akibat Gempa Situbondo

Gempa bumi yang terjadi dini hari tadi, menyebabkan kerusakan bangunan bahkan mengakibatkan tiga orang meninggal dunia

Candi Bentar di Jembrana Alami Kerusakan Akibat Gempa Situbondo
Kompas.com
Ilustrasi gempa. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam siaran pers resmi yang dikeluarkan BMKG, Kamis (11/10/2018), tercatat bencana gempa bumi yang terjadi dini hari tadi, menyebabkan kerusakan bangunan bahkan mengakibatkan tiga orang meninggal dunia.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Dr. Ir. Muhamad Sadly, M.Eng., melalui keterangan pers tersebut mengungkapkan, hingga pukul 05.30 WIB, gempa berkekuatan M=6,4 mengakibatkan kerusakan bangunan rumah di Kecamatan Bluto, Kecamatan Kalianget, Kecamatan Batang-batang dan Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep.

Selain itu, ia menyebut kerusakan beberapa rumah juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Jembrana, Bali Barat.

Sementara Candi Bentar yang terdapat di Jembrana, juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa ini.

Sadly menambahkan, gempa tersebut menimbulkan korban jiwa 3 orang meninggal dunia di Dusun Jambusok Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami.

Sebelumnya ucap dia, episenter gempa ini terletak pada koordinat 7,46 LS dan 114,44 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 56 km arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur, pada kedalaman 12 km.

Melihat mekanisme sumber yang terjadi dan arah jurus sesar (strike) gempa itu, Saldy mengatakan tampak ada kemiripan mekanisme sumber dengan gempa-gempa yang terjadi di utara Bali, Lombok, Sumbawa dan Flores.

Namun, lebih jauh, pihaknya belum bisa memastikan gempa itu memiliki kaitan langsung dengan aktivitas Sesar Naik Flores.

Timnya masih akan lakukan kaji dan analisis lebih lanjut.

Halaman
12
Penulis: Busrah Ardans
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help