Jack Ma Tiba di Pulau Bali Malam Nanti, Gunakan Private Jet Gulfstream GLF-6

Salah satu orang terkaya dunia, Jack Ma sebelumnya dijadwalkan tiba di Bandara I Gusti Ngurah Bali Kamis (11/10/2018) pukul 18.00 WITA

Jack Ma Tiba di Pulau Bali Malam Nanti, Gunakan Private Jet Gulfstream GLF-6
Bloomberg
Bos Alibaba Group, Jack Ma (51) memiliki total kekayaan US$ 26,3 miliar. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Salah satu orang terkaya dunia, Jack Ma sebelumnya dijadwalkan tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Bali Kamis (11/10/2018) sekira pukul 18.00 WITA.

Namun, informasi terbaru yang didapat Tribun dari sumber, pendiri Alibaba tersebut akan mendarat sekira pukul 23.00 WITA, menggunakan pesawat private jet jenis Gulfstream GLF-6 dengan nomor penerbangan N999HZ. 

“Mundur jadi pukul 23.00 WITA dari jadwal sebelumnya,” ucap sumber.

Beberapa tamu VVIP lainnya sudah berdatangan sejak tanggal 9 Oktober 2018 lalu, dan Rabu (10/10/2018) kemarin Presiden RI Joko Widodo, PM Singapura, Raja Brunei dan lainnya tiba di Bali.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Unit Kerja Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018, Peter Jacobs, memastikan pada pertemuan tahunan Bank Dunia yang berlangsung 8 sampai 14 Oktober 2018 mendatang itu, Jack Ma akan hadir di pertemuan yang membahas Digital Ekonomi.

"Dia (Jack Ma) akan hadir dan sebenarnya orang-orang yang prominent (berpengaruh) ini pasti ada sesinya, menyangkut masalah digital ekonomi," ungkap Peter.

"Beliau (Jack Ma) akan lepas dari Hangzhou Xiaoshan International Airport China menggunakan pesawat private jet jenis Gulfstream GLF-6 dengan nomor penerbangan N999HZ. Dan private jet-nya akan langsung menuju Bandara Internasional Juanda Surabaya untuk bermalam," ucap sumber kepada Tribun.

Beliau akan berada di Bali selama 3 hari atau akan kembali ke Negaranya Sabtu tanggal 13 Oktober 2018 mendatang, lepas landas dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sekira pukul 12.30 WITA.

Peter Jacob menambahkan, Jack Ma juga akan melakukan sejumlah pertemuan bilateral atau pertemuan dengan negara lain, karena banyak sekali pelaku ekonomi yang ingin bertemu dengan Jack Ma.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help