Kampus Diliburkan Saat IMF-WBG 2018, Mahasiswa Ini Ambil Bagian Jadi Volunter Shuttle Bus

Sekolah dan Kampus di wilayah Kuta Selatan selama penyelenggaraan Annual Meetings IMF-WBG 2018 diliburkan selama lima hari

Kampus Diliburkan Saat IMF-WBG 2018, Mahasiswa Ini Ambil Bagian Jadi Volunter Shuttle Bus
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Mahasiswi Politeknik Bali, Putri Ananda, menjadi volunter shuttle bus dari Lapangan Lagoon ke shelter bus di Kawasan ITDC, Kamis (11/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Sekolah dan Kampus di wilayah Kuta Selatan diliburkan lima hari, 8 sampai 12 Oktober 2018 selama penyelenggaraan Annual Meetings IMF-WBG 2018 .

Hal ini benar-benar dimanfaatkan oleh mahasiswi dari beberapa kampus di wilayah Kuta Selatan untuk berpartisipasi dan mengambil andil dalam pertemuan Internasional tersebut, dengan menjadi volunter shuttle bus.

“Kampus diliburkan jadi kami ada waktu luang untuk ikut volunter. Jam kerjanya 8 jam per hari, kami di sini ada dua shift dari pukul 07.00 sampai 14.00 WITA, dan 14.00 sampai 21.00 WITA,” ucap Mahasiswi Politeknik Bali, Putri Ananda, Kamis (11/10/2018), disela kesibukannya mengatur shuttle bus tiba dari Lapangan Lagoon ke shelter bus di Kawasan ITDC.

Putri bersama rekan satu kampusnya dan rekan dari STP Bali bertugas mengatur perjalanan shuttle bus yang disediakan Kementerian Perhubungan dengan rute Lapangan Lagoon-ITDC dan sebaliknya tiap 15 menit.

Fasilitas yang diberikan selama menjadi volunter hanya makan sehari dua kali dan dua seragam selama bertugas, dan mengenai akodomasi tidak disediakan karena memang dipilih volunter yang tinggal di sekitar Nusa Dua.

Mengenai salary Putri kurang paham berapa per-hari.

Ia mengaku tidak semata-mata mencari uang tambahan untuk kuliah.

“Kalau salary per-harinya kurang tahu hitungannya bagaimana kita kurang tahu nanti diakhir selesai event baru dikalkulasikan. Ingin menambah pengalaman dan belajar di lapangan speech bahasa Inggris serta ingin berpartisipasi menyukseskan IMF-WBG 2018 di Bali ini,” tuturnya.

Di tengah teriknya panas sinar matahari, Putri Ananda dan rekan volunter lainnya harus sabar menghadapi beberapa delegasi yang kadang tidak sabar menunggu kedatangan shuttle, dengan alasan mereka terburu-buru dan alasan lainnya Putri harus menjelaskan sistem shuttle yang tiap 15 menit baru akan berjalan.

Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat Putri untuk menjalankan tugas sebagai volunter dari Kementerian Perhubungan khusus untuk shuttle bus rute tersebut.

“Senang bisa ikut ambil bagian kecil dalam IMF-WBG 2018 seperti ini, meskipun banyak yang tidak sabaran menunggu bus-nya, dan dapat menambah teman juga karena ada 40 orang volunter untuk ini saja dari berbagai kampus,” ungkap wanita berusia 21 tahun ini.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help