Kerugian Akibat Bencana Tiap Tahun Capai Rp 20 Triliun, Jusuf Kalla Harapkan Ada Solusi Terbaik

Data Bank Dunia menunjukkan bahwa Indonesia termasuk 35 negara di dunia dengan risiko tinggi terjadinya korban jiwa akibat bencana

Kerugian Akibat Bencana Tiap Tahun Capai Rp 20 Triliun, Jusuf Kalla Harapkan Ada Solusi Terbaik
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Kepala BKF Prof Suahasil Nazara saat konferensi pers di BNDCC, Rabu (10/10/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Indonesia belakangan ini sering dilanda bencana, seperti gempa yang terjadi baru-baru ini di Lombok, Palu dan Donggala.

Hal ini disebabkan karena Indonesia adalah negara yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana.

Data Bank Dunia menunjukkan bahwa Indonesia termasuk 35 negara di dunia dengan risiko tinggi terjadinya korban jiwa akibat bencana.

Prof Suahasil Nazara, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, bahkan menyebutkan kerugian akibat bencana jika dikalkulasikan sejak tahun 2000 hingga 2016 cukup besar.

“Kalau dijumlah selama 16 tahun dari berbagai bencana yang ada di Indonesia. Kemudian dibagi 16, maka rata-rata per tahun dana yang dikeluarkan sekitar Rp 20 triliun,” sebutnya di BNDCC, Nusa Dua, Badung, Rabu (10/10/2018).

Dana Rp 20 triliun ini, kata dia, datang dari berbagai elemen, baik pemerintah, swasta, bantuan luar negeri, hingga perorangan.

“Kalau dari pemerintah saja, itu mengucurkan setidaknya Rp 3 triliun per tahun,” imbuhnya.

Besarnya biaya yang diakibatkan bencana ini memberikan beban tersendiri terhadap negara maupun korban bencana.

Sehingga dibutuhkan solusi cepat dan efektif, agar bencana bisa tertanggulangi dengan baik tanpa menguras dompet negara.

“Jadi, hari ketiga ini, kami meluncurkan main event adalah mengenai ‘disaster risk’ yang akan dimiliki Indonesia dan dibantu World Bank,” jelas guru besar ini.

Halaman
123
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved