Menanti Follow Up dari Lagarde, Konferensi Tandingan Bukan untuk Gagalkan AM IMF-WB 2018

Acara PGC, konferensi tingkat internasional sebagai tandingan annual meeting IMF-WB 2018 rencananya digelar di Ruang Auditorium RRI

Menanti Follow Up dari Lagarde, Konferensi Tandingan Bukan untuk Gagalkan AM IMF-WB 2018
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Para pimpinan wanita dalam bidang keuangan saat berbicara tentang kesetaraan gender di dunia kerja dalam pertemuan IMF-WBG 2018, Selasa (9/10/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, MAGUPURA - Acara People Global Conference (PGC), konferensi tingkat internasional sebagai tandingan annual meeting IMF-WB 2018 rencananya digelar di Ruang Auditorium RRI, Denpasar, 11-13 Oktober.

Namun pihak RRI membatalkan peminjaman tempat kepada Direktur YLBHI, LBH, INDIES Bali, tertanggal 10 Oktober 2018.

Kurniawan Sabar, dari Institute for National and Democracy Studies (INDIES) yang juga Komite Nasional PGC menerima foto surat pembatalan tersebut, Rabu (10/10/2018) sore.

Ia pun langsung memaparkan persoalan itu di hadapan Direktur IMF, Christine Lagarde dan World Bank Group President, Jim Yong Kim serta ratusan peserta, yang saat itu mengikuti pertemuan CSO Townhall di Mangupura Hall, BICC, Nusa Dua, yang dimulai pukul 17.30.

Just this afternoon the venue owner, the auditorium of RRI cancel the reservation of PGC and the national police also unreasonably asking for passport copy of international participants. Many CSO will will join this official annual meeting. This is unjust. (Sore ini pemilik tempat dari auditorium RRI membatalkan reservasi acara PGC dan pihak kepolisian tanpa alasan yang jelas meminta fotokopi paspor peserta dari mancanegara. Sebenarnya banyak CSO yang ingin mengikuti acara ini dan ini sangat tidak adil),” tegas Kurniawan.

Ia menyampaikan agar IMF dan WB kembali mengevaluasi kebijakan mereka, baik dalam inklusi maupun dalam human capital investment serta untuk sektor publik.

“Jadi ya kami ingin tahu, bagaimana tanggapan dan tindak lanjut mereka,” ujar Kurniawan saat dihubungi Tribun Bali.

Lagarde tampak begitu serius mendengarkan pernyataan Kurniawan.

I understand this is not as you expected, (aku tahu ini sesuatu yang tidak kamu harapkan),” jelas Lagarde singkat.

Ia hanya menyampaikan bahwa akan meminta pihak keamanan untuk menelusuri persoalan ini dan memastikan titik persoalannya.

Halaman
123
Penulis: Ni Ketut Sudiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help