Pertama Ada di Indonesia, Bekraf Gelar Sertifikasi untuk Seniman Kriya Kayu Ukir di Bali

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia memfasilitasi program sertifikasi terhadap lebih dari 100 orang seniman kriya kayu ukir di Bali

Pertama Ada di Indonesia, Bekraf Gelar Sertifikasi untuk Seniman Kriya Kayu Ukir di Bali
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Direktur Harmonisasi Regulasi dan Standarisasi Bekraf, Sabartua Tampubolon (tengah) bersama Ketua LSP Furniko, Bernardus Arwin (kiri) dan Kasubdit Standarisasi dan Sertifikasi Profesi Bekraf, Budi Triwinanta (kanan) saat memberikan keterangan kepada awak media, Rabu (10/10/2018). 

Laporan wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) memfasilitasi program sertifikasi terhadap lebih dari 100 orang seniman kriya kayu ukir di Bali.

Program sertifikasi khusus untuk profesi kriya kayu ukir ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia.

Bali dipilih sebagai tempat sertifikasi bertepatan dengan adanya momentum IMF-WBG 2018.

Selain itu, Bali juga dinilai sebagai salah satu daerah kiblat kriya ukir di Indonesia.

Demi memfasilitasi proses sertifikasi, Bekraf menggandeng Lembaga Sertifikasi Profesi Furniture dan Kayu Olahan (LSP Furniko); Panglingsir Puri Agung Peliatan, Cokorda Gede Nindia; dan akademisi dari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.

Kehadiran akademisi diharapkan dapat memberikan referensi mengenai tren kriya kayu ukir kedepan.

Selain itu, juga sekaligus menjelaskan mengenai potensi yang bisa dikembangkan untuk menunjang profesi kriya kayu ukir.

Direktur Harmonisasi Regulasi dan Standarisasi Bekraf, Sabartua Tampubolon mengatakan, program sertifikasi ini merupakan hak bagi para seniman.

Dirinya menyebutkan bahwa sangat bebas bagi para seniman dalam menentukan keinginannya untuk mengikuti program sertifikasi atau tidak.

Halaman
12
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help