"Petualang Sabang", Buku Puisi Karya Terbaru Wayan Jengki

Selama di Sabang, Jengki banyak berinteraksi dengan kehidupan masyarakat setempat, alam, dan budayanya.

Istimewa/Kolase Tribun Bali
Wayan Jengki bersama karyanya "Petualang Sabang" 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Wayan Jengki Sunarta merupakan penyair yang produktif.

Dalam berkarya, tak jarang ia terinspirasi dari pengalaman yang didapatnya. Seperti puisi “Petualang Sabang” yang akan diluncurkan Jumat (12/10/2018) di Jatijagat Kampung Puisi, Renon, Denpasar.

Baca: Tabrak Anjing Liar di Kintamani, Nyawa Nengah Nurjani Tidak Tertolong

Baca: Program Busana Adat Bali ke Sekolah Dapat Respon Positif Para Siswa, Non-Hindu Menyesuaikan

Baca: Sugar, Anjing Pelacak Dikerahkan Polda Bali Untuk Pengamanan IMF-WB, Ini Kemampuannya

Baca: Gara-gara Hal Sepele, Dua Pria ini Saling Bacok Pakai Golok di Jalanan, Keduanya Bersimbah Darah

Kehadiran Jengki di Sabang berkaitan dengan program residensi Sastrawan Berkarya dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Selama di Sabang, Jengki banyak berinteraksi dengan kehidupan masyarakat setempat, alam, dan budayanya.

Sebagai orang yang tumbuh dalam kultur berbeda, Jengki mendapatkan banyak pengalaman menarik ketika berada di Sabang, yang kemudian diolahnya menjadi puisi-puisi sederhana yang sarat renungan.

“Petualang Sabang” berisi 50 puisi sederhana yang sebagian besar ditulis selama berada di Sabang, Aceh, pada bulan Oktober dan November 2016.

Kemudian, setelah pulang ke Bali, puisi-puisi tersebut diolah lagi oleh penyairnya, dan baru pada 2018 bisa diwujudkan menjadi sebuah buku utuh.

“Itu semuanya berbicara tentang Sabang. Di Sabang berlaku syariat Islam sebagai wilayah dari Aceh. Jadi aku berusaha beradaptasi dengan kondisi itu. Shock culture ini jadi inspirasi juga untuk nulis puisi,” ujar Jengki.

Ia juga menyebutkan, puisi-puisi dalam buku ini lebih bersifat impresi. Memaparkan suasana, kesan, atau gambaran tempat-tempat yang dikunjungi dan hal-hal yang menarik perhatian. Selain itu, juga menggambarkan perasaannya selama berada di Sabang.

Buku ini juga dibubuhi ilustrasi berupa sketsa dan grafis dengan teknik cetak cukil kayu yang dikerjakan oleh perupa muda, Nina Fajariyah.

Halaman
12
Penulis: Ida Ayu Suryantini Putri
Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved