Tabrak Anjing Liar di Kintamani, Nyawa Nengah Nurjani Tidak Tertolong

Pria 65 tahun pun akhirnya terjatuh ke aspal, hingga mengeluarkan darah dari hidung dan mulut.

Tabrak Anjing Liar di Kintamani, Nyawa Nengah Nurjani Tidak Tertolong
Istimewa
Nurjani saat mendapatkan menanganan di Puskesmas 1 Kintamani pasca mengalami kecelakaan, Kamis (11/10) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Dalam satu hari, dua musibah kecelakaan terjadi di wilayah Bangli.

Satu diantaranya bahkan sampai tewas, lantaran tak kuasa menghindari anjing liar yang tiba-tiba menyeberang jalan.

Baca: Program Busana Adat Bali ke Sekolah Dapat Respon Positif Para Siswa, Non-Hindu Menyesuaikan

Baca: Arema FC Dapat Hukuman Berat, Sosok Penting ini Tak Boleh Masuk Stadion Seumur Hidup

Baca: Gara-gara Hal Sepele, Dua Pria ini Saling Bacok Pakai Golok di Jalanan, Keduanya Bersimbah Darah

Baca: Ternyata Gempa Situbondo Berpotensi Terjadinya Amplifikasi Tinggi, Guncangan Terasa Hingga Bali

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa naas itu dialami oleh Nengah Nurjani, Kamis (11/10/2018) pukul 14.30 wita.

Pria asal Banjar Wanasari, Desa Kintamani ini datang dari arah selatan yakni Payangan, Gianyar menuju utara arah Kintamani mengendarai sepeda motor Hoda Supra warna Hitam DK 3672 CO.

Ditengah perjalanan, seekor anjing tiba-tiba menyeberang jalan, dan membuat Nurjani tak kuasa menghindarinya, sehingga ia menabrak anjing tersebut.

Pria 65 tahun pun akhirnya terjatuh ke aspal, hingga mengeluarkan darah dari hidung dan mulut.

Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi saat dikonfirmasi membenarkan adanya musibah naas itu.

Diakatakan dia, sesaat setelah kecelakaan sejumlah warga sekitar langsung berusaha menolong dengan melarikan ke Puskesmas 1 Kintamani.

Namun setelah mendapatkan pertolongan nyawa Nurjani tidak dapat diselamatkan. “korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 15.30 wita,” ujarnya.

AKP Sulhadi juga mengatakan, musibah kecelakaan akibat hilang kendali atau disebut out of control, juga diketahui terjadi di Raya jurusan Payangan - Kintamani tepatnya di Banjar Katung, Desa Katung Kec. Kintamani, pada pukul 14.00 wita.

Kecelakaan tersebut dialami oleh dua orang wisatawan asal Bandung, Jawa Barat yang hendak menuju objek wisata Kintamani, dengan berboncengan sepeda motor honda Beat, DK 6758 AL.

Ungkapnya, kedua wisatawan tersebut datang dari arah selatan menuju ke utara, ditengah perjalanan, pengemudi sepeda motor Redi Ahmad Rizaldi (56) mengantuk hingga menabrak pohon perindang yang berada dipinggir jalan.

Akibatnya, Redi mengalami luka memar pada tangan dan kaki kiri sedangkan, yang dibonceng, yakni Satia Nurani mengalami luka lecet pada dagu bagian kiri, nyeri pada uluhati, serta nyeri pada paha dan tangan sebelah kiri.

“Korban langsung dibawa ke Pustu Desa Katung untuk mendapatkan penanganan awal, dan selanutnya dirujuk ke RS BMC,” tandasnya.(*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help