Peringatan Bom Bali

16 Tahun Peringatan Bom Bali, Pasutri asal Jepang Ini Sedih Kehilangan Putra dan Menantunya

Tepat 16 tahun lalu, peristiwa bom Bali yang meluluhlantakkan sekitar Jalan Raya Legian hingga menelan ratusan korban jiwa

16 Tahun Peringatan Bom Bali, Pasutri asal Jepang Ini Sedih Kehilangan Putra dan Menantunya
Tribun Bali/Rino Gale
Tomihisa Suzuki bersama istri Takako Suzuki sedang mempersiapkan sajian serta bungan dan mendoakan untuk anak dan menantunya di di Monumen bom Bali (Ground Zero) jalan raya Legian, Kuta, Badung, Jumat (12/10/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Tepat 16 tahun lalu, peristiwa bom Bali yang meluluhlantakkan sekitar Jalan Raya Legian hingga menelan ratusan korban jiwa baik dari warga lokal maupun wisatawan asing kembali diperingati.

Tepat hari ini, Jumat (12/10/2018) para wisatawan mancanegara melakukan kegiatan peletakan karangan bunga untuk mengenang 16 tahun peringatan bom Bali di Monumen bom Bali (Ground Zero) jalan raya Legian, Kuta, Badung.

Satu diantaranya adalah pasangan suami istri asal Jepang yang memberikan karangan bunga serta doa yang mereka panjatkan untuk korban.

Adalah Tomihisa Suzuki bersama istri Takako Suzuki yang setiap tahunnya datang ke Monumen Bom Bali untuk meletakan karangan bunga serta mendoakan anaknya yang menjadi salah satu korban ledakan bom waktu itu.

Takako Suzuki mengungkapkan, setiap tahun ia dan suami berkunjung ke Monumen Bom Bali untuk memperingati peristiwa bom bali dan mendoakan kedua anak agar arwah mereka selalu tenang.

"Anak kandung saya bernama Kosuke Suzuki dan istrinya bernama Yuka Suzuki memang sering ke Bali untuk honeymoon. Sebanyak tujuh kali mereka ke sini, karena Bali tempat yang indah. Pada persitiwa bom itu, anak saya dan menantu saya terkena ledakan tersebut. Mendengar itu saya sangat sedih. Semenjak itu setiap tahun pada saat memperingati momen ini, saya bersama suami selalu kesini untuk mendoakan mereka," ujarnya.

Peringatan bom Bali tersebut juga dihadiri oleh perwakilan pemerintahan Yang Mulia Ratu Elizabeth II yakni Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Timor-Leste dan ASEAN, Moazzam Malik dan Mentri Keuangan Utama Australia, Josh Fraydenberg (treasurer of Australia) yang ikut serta memberi karangan bungan dan memberikan doa.

Korban dari bom Bali 1 yang terjadi pada tahun 2002 silam berjumlah korban 202. Seluruh korban tragedi bom tersebut 88 adalah warga Australia, 33 warga Inggris  dan 38 dari Indonesia, serta beberapa korban dari negara lain.

"Hari ini adalah memperingati bom Bali dan sangat menyedihkan bagu saya. Disini bersama Kedubes Inggris, 16 tahun yang lalu adalah kejadian tragedi bagi Indonesia dan Australia. Saya hadir disini untuk mengenang apa yang pernah terjadi. Dalam kejadian tragis 16 tahun yang lalu, Indonesia dan Australia adalah negara teman yang baik dan menjalin keamanan dan menjaga dari hal-hal terorisme," ungkap Josh Fraydenberg (terasurer of Australia). (*) 

Penulis: Rino Gale
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help