700 Mahasiswa Hadiri Back to Campus Gramedia #beraniberinovasi di Udayana

Gramedia menggandeng Ritter Sport kembali mengadakan acara tahunan Back to Campus

700 Mahasiswa Hadiri Back to Campus Gramedia #beraniberinovasi di Udayana
Tribun Bali/Busrah Ardans
Kunto Aji saat mengisi acara Gramedia Back to Campus di Udayana, Kamis (11/10/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gramedia menggandeng Ritter Sport kembali mengadakan acara tahunan Back to Campus.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini Gramedia mengusung tema #BERANIBERINOVASI.

Saat diwawancarai di lokasi acara, General Manager Marketing Gramedia, Yola Putrianie mengatakan kegiatan tersebut merupakan ajang tahunan Gramedia sekaligus sebagai bentuk edukasi terhadap para pemuda.

"Ini salah satu campaign Gramedia yang memasuki tahun ketiga untuk tetap membanding anak-anak muda untuk selalu mengarah ke hal positif. Sebelum ini temanya passion aku, sekarang ini berani berinovasi. Jadi kami gali passion dia itu apa sih. Misalnya dia kuliah di komunikasi tapi passion mereka ada di dunia marketing. Nah kami datangkan ahli-ahlinya yang sudah establish gitu," kata Yola.

Pihaknya pun mendatangkan para pakar yang berkreasi dan berinovasi dalam bidangnya.

"Misalnya, kami datangkan Kunto Aji, dia itu berbeda dari musik sekarang. Dia indie. Kemudian Dimas Djay yang menciptakan iklan-iklan penuh dengan inovasi. Seperti iklan ice cream dan ramayana," kata dia di hadapan wartawan, Kamis (11/10/2018) siang kemarin.

Ia menyebut ada perbedaan signifikan dari kehadiran para mahasiswa di berbagai daerah yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

"Dibanding tahun lalu, ini ada peningkatan yang bagus yah. Satu setengah kali lipat per lokasi. Kalau tahun lalu itu ada yang di bawah 200, sekarang tidak ada yang di bawah 300. Bahkan di Bali ini ada 700 mahasiswa," sebutnya.

Sesuai dengan visi Gramedia jelas Yola, Gramedia selalu bertransformasi dengan perkembangan zaman.

Maka timnya selalu berusaha aktual di tengah topik yang sedang tren atau hot di kalangan anak muda.

Dia menilai mahasiswa atau anak muda sekarang cenderung ekspresif.

Berbeda dengan mahasiswa zaman dulu.

"Sekarang cenderung ekspresif, jujur dan langsung ngomong jika ingin sesuatu. Beda kalau zaman dulu itu, dikasih ini ngikut, itu ngikut. Beda-lah," tambahnya.

Hari ini, Jumat (12/10/2018) pihaknya juga melakukan donasi ke salah satu SD di Kintamani berupa sarana sekolah dan sumbangan buku bacaan yang memang berasal dari CSR. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help