Api Menyala Terang di Lereng Gunung Agung, Made Warta Sebut Asap Muncul Pukul 09.00 Wita

Hutan Gunung Agung kembali terbakar. Kebakaran terjadi di dua titik. Api berada di ketinggian 2.500 meter dari permukaan laut (Mdpl).

Api Menyala Terang di Lereng Gunung Agung, Made Warta Sebut Asap Muncul Pukul 09.00 Wita
Istimewa
Petugas memadamkan kebakaran di lereng Gunung Agung dengan cara menepuk-nepuk api menggunakan dahan dan ranting tanaman, Kamis (11/10/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Hutan Gunung Agung kembali terbakar. Kebakaran terjadi di dua titik. Api berada di ketinggian 2.500 meter dari permukaan laut (Mdpl).

Kobaran api tampak menyalak terang saat malam hari.

Kepala UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Timur, I Made Warta, kebakaran terjadi Rabu (10/10) pagi.

"Sekitar pukul 09.00 Wita, asap kembali terlihat membakar hutan lereng Gunung Agung," ujar Warta.

Hutan lindung yang terbakar sulit untuk dijangkau petugas. Jalur pendakian menuju lokasi pun tak ada.

Selain itu, petugas pun tidak berani ke lokasi karena berada diradius empat kilometer zona berbahaya yang direkomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Dengan berbagai kendala tersebut, petugas hanya bisa memantau dari bawah sembari berharap kobaran api tidak meluas.

Warta meminta bantuan ke kelompok petani yang biasanya naik ke puncak untuk ikut memadamkan kobaran api. Baik dari sisi timur maupun dari sisi barat.

"Titik kebakaran di satu lokasi dengan lokasi lain berjauhan. Untuk ke lokasi memerlukan waktu hingga berjam-jam. Semoga api padam sendirinya seperti kebakaran bulan lalu," ujarnya.

Lahan yang terbakar ditumbuhi rumput ilalang serta beberapa pohon pinus. Warta belum bisa memastikan penyebab kebakaran tersebut. Namun ia menduga ada kesengajaan  dari warga.

"Biasanya warga membakar rerumputan karena ingin mencari madu dilereng Gunung. Kebakaraan ini masih penyelidikan petugas yang bersangkutan," ungkap dia.

Pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan BNPB Karangasem terkait kebakaran ini.

Warta pun mngimbau warga tetap waspada jika kobaran api merembet ke bawah. Masyarakat juga diminta tidak sembarangan membakar sesuatu. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved