Ini Alasan Kenapa GRM IMF-World Bank Menggelar Aksi Menyasar Konsulat Amerika

Aliansi Gerakan Rakyat Menentang (GRM) IMF-World Bank kembali menggelar aksi demonstrasi dengan menyasar konsulat Amerika Serikat

Ini Alasan Kenapa GRM IMF-World Bank Menggelar Aksi Menyasar Konsulat Amerika
Tribun Bali/Hisyam Mudin
Rudi, Ketua GSBI (Gerakan Serikat Buruh Indonesia) yang juga sebagai Juru Bicara GRM saat menyampaikan orasi dalam aksi yang menyasar Konsulat Amerika, Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, Jumat (12/10/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Aliansi Gerakan Rakyat Menentang (GRM) IMF-World Bank kembali menggelar aksi demonstrasi dengan menyasar konsulat Amerika Serikat (AS), Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, Jumat (12/10/2018).

Rudi, Ketua GSBI (Gerakan Serikat Buruh Indonesia) yang juga sebagai Juru Bicara GRM dalam orasinya menyampaikan alasan GRM menggelar aksi dengan menyasar konsulat Amerika.

IMF-Bank Dunia kata Rudi, sepenuhnya dikendalikan oleh imperialis Amerika Serikat, bahkan AS memiliki saham terbesar di IMF-WB.

"Amerika adalah sumber utama permasalahan di dunia, terorisme sesungguhnya adalah Amerika Serikat, tapi dengan berbagai macam skema dan cara mengkambinghitamkan rakyat dan kelompok-kelompok tertentu. Yang paling utama adalah mengkriminalisasikan gerakan rakyat menuntut haknya, itu juga teroris," tegasnya.

Menurutnya, aksi dengan menyasar konsulat Amerika merupakan langkah yang tepat.

"Jadi tepat bagi kita semua, aksi kami lakukan di Konjen Amerika, di mana sebagai satu perwakilan pemerintahan Amerika Serikat di sini," katanya.

People's Global Conference (PGC) yang akan diselenggarakan itu untuk menentang IMF-WB karena IMF-WB sudah tidak dibutuhkan di dunia, termasuk di Indonesia.

Namun, kegiatan ini pun beberapa kali mendapatkan intimidasi bahkan dibatalkan.

"Tidak mungkin penyelenggaraan PGC ini membubarkan IMF-WB di Nusa Dua. Intinya kami melaksanakan People's Global Conference karena ingin membahas program-program IMF di seluruh dunia dalam perspektif rakyat, apakah menguntungkan rakyat atau tidak," ujarnya.

Menurut Rudi, bukan hanya membutuhkan pandangan dari rakyat Indonesia saja, tapi juga pandangan dari rakyat seluruh dunia.

Halaman
123
Penulis: Hisyam Mudin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved