Ini Penulisan I Gusti Ngurah Rai International Airport yang Benar Dalam Aksara Bali Menurut Nala

Dosen Sastra Bali, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, I Gde Nala Antara ada beberapa kekeliruan yang perlu diperbaiki

Ini Penulisan I Gusti Ngurah Rai International Airport yang Benar Dalam Aksara Bali Menurut Nala
Facebook Gde Nala Antara
Perbaikan dari I Gde Nala Antara terkait kesalahan penulisan I Gusti Ngurah Rai International Airport 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terjadinya kekeliruan terkait pasang aksara Bali pada penulisan nama I Gusti Ngurah Rai International Airport menjadi sorotan masyarakat luas, utamanya para pegiat bahasa Bali.

Hal ini dikarenakan bandara merupakan tempat publik, yang pastinya akan menjadi sorotan masyarakat.

Baca: Dosen Unud Ungkap Kesalahan Aksara Bali di Bandara Ngurah Rai, Koster Segera Lakukan Perbaikan

Terkait hal itu, menurut Dosen Sastra Bali, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, I Gde Nala Antara ada beberapa kekeliruan yang perlu diperbaiki sesuai dengan pasang aksara Bali.

"Tata penulisan aksara Bali yang diambil dari bahasa Indonesia, bahasa daerah lain, bahasa asing itu ditulis dengan aksara anacaraka itu merupakan aturan umum dan aksara suara menggunakan a kara i kara e kara u kara maupun ae kara," kata Nala Antara saat dihubungi Tribun Bali, Kamis (11/10/2018) petang.

Selain itu yang ditulis dalam aksara Bali adalah ucapannya semisal 'international' akan ditulis 'internasional' sehingga yang digunakan sa bukan ta.

"Karena di belakang kata International ada aksara suara Ai (dalam Airport) maka ai ini diganti dengan ae kara. Agar ae kara ini kelihatan maka di akhir penulisan internasional (international) menggunakan adeg-adeg," paparnya.

Sehingga pada penulisan aksara Bali tersebut ada kekeliruan pada penulisan Air pada Airport yang menggunakan gantungan a dan di atas aksara i menggunakan surang yang seharusnya menggunakan ae kara yang di atasnya berisi surang.

Selain itu kekeliruan juga terjadi pada penulisan port pada kata Airport yang seharusnya ditulis airpot.

"Port pada airport itu tidak lumrah ada ra digantunga ta dan ada adeg-adeg. Harusnya ditulis sesuai pengucapan yaitu airpot dan di belakang ta itu ada adeg-adeg," jelasnya.

Ia menambahkan, "Ini karena banyak yang bertanya dan mengirimi saya foto makanya saya upload di facebook biar tidak ditanya terus dan bukannya saya bermaksud menggurui," katanya.

Ia menambahkan karena kesulitan menyalin dari huruf latin ke aksara Bali inilah maka ahli bahasa Bali membuat kesepakatan ini saat penyusunan pedoman penulisan aksara Bali.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved