Jambret Spesialis WNA Dituntut 1,5 Tahun, Komang Kariawan Minta Keringanan Hukuman

Jambret Spesialis WNA Dituntut 1,5 Tahun, Komang Kariawan Minta Keringanan Hukuman

Jambret Spesialis WNA Dituntut 1,5 Tahun, Komang Kariawan Minta Keringanan Hukuman
Tribun Bali/Putu Candra
Komang Kariawan usai menjalani sidang di PN Denpasar. Jambret spesialis WNA ini dituntut pidana 1,5 tahun penjara oleh jaksa. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- I Komang Kariawan (25) hanya bisa menyampaikan penyesalannya, karena telah melakukan tindak pidana pencurian, yakni menjambret Warga Negara Asing (WNA).

Pria asal Munti Gunung, Kubu, Karangasem ini menyesali perbuatannya, setelah dituntut pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan (1,5 tahun) oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Nyoman Triarta Kurniawan di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, kemarin.

Untuk itu, Kariawan yang berprofesi sebagai tukang ojek di wilayah Legian, Kuta ini memohon keringanan hukuman kepada majelis hakim.

"Saya menyesal dan mengaku bersalah Pak Hakim. Mohon diberikan hukuman ringan," pinta Kariawan kepada majelis hakim pimpinan IGN Putra Atmaja. Menanggapi pembelaan lisan dari terdakwa, Jaksa Triarta menegaskan tetap pada tuntutannya. Usai saling menanggapi, sidang ditunda dan kembali digelar pekan depan dengan agenda pembacaan putusan.

Sementara dalam pembacaan surat tuntutan, Jaksa Triarta menyatakan, terdakwa Kariawan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah atas melakukan tindak pidana pencurian. Sebagaimana dakwaan tunggal jaksa, terdakwa dijerat Pasal 362 KUHP.

"Menuntut, majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan (1,5 tahun). Dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara, dengan perintah tetap ditahan," tegas jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung ini.

Diberitakan sebelumnya, diungkapkan Jaksa Triarta dalam surat dakwaan, bahwa aksi terdakwa dilakukan pada 17 Juni 2018 sekitar pukul 00.30 Wita. Lokasinya, di Jalan Melasti, Kelurahan Legian. "Terdakwa saat itu sedang berkeliling mengendarai sepeda motor Honda Beat hitam dengan nopol DK 7183 CU," jelasnya.

Pada saat yang sama, korban bernama Suzan Lea Zakhia melintas bersama saksi Pierre Zakhia di jalan yang dilalui terdakwa. Korban berjalan sambil menggenggam ponsel merek Iphone. Saat itu muncul niat terdakwa mengambil ponsel milik korban. Lalu terdakwa memepet korban. Begitu jarak dengan korban sudah dekat, terdakwa langsung merampas ponsel korban dengan tangan kirinya.

"Terdakwa kemudian memacu sepeda motornya dan melarikan diri ke arah Jalan Padma," terang Jaksa Triarta. Seraya menyebutkan bahwa akibat perbuatan terdakwa itu korban mengalami kerugian paling sedikit Rp 2,5 juta.

Penulis: Putu Candra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help