Orasi di Dekat Konjen Amerika, GRM : IMF-WB Tidak Berguna Bagi Indonesia dan Rakyat Dunia

Aliansi Gerakan Rakyat Menentang (GRM) IMF-World Bank kembali menggelar aksi demontstrasi dengan menyasar konsulat Amerika Serika

Orasi di Dekat Konjen Amerika, GRM : IMF-WB Tidak Berguna Bagi Indonesia dan Rakyat Dunia
Tribun Bali/Hisyam Mudin
Kurang lebih 200 orang massa aksi Gerakan Rakyat Menentang (GRM) IMF-WB kembali turun ke jalan menggelar aksi demonstrasi, Jumat (12/10/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Aliansi Gerakan Rakyat Menentang (GRM) IMF-World Bank kembali menggelar aksi demonstrasi dengan menyasar konsulat Amerika Serikat, jalan Hayam Wuruk, Denpasar, Jumat (12/10/2018).

Juru Bicara GRM IMF-WB, Helda Khasmy, mengatakan, aksi yang kesekian kalinya ini menentang semua kebijakan yang dijalankan rezim Jokowi-JK melalui skema intervensi IMF-Bank Dunia.

Pihak kepolisian dan negara kata Helda terus berusaha keras untuk menghambat pelakasanaan People's Global Conference (PGC) dalam menentang IMF-WB.

"Walaupun di beberapa waktu terakhir kami dihentikan, diintimidasi dengan berbagai macam cara, tapi kami tetap melaksanakan kegiatan dan menyampaikan kepada rakyat bahwa IMF-WB tidak berguna lagi bagi Indonesia dan rakyat dunia," katanya.

Ia menambahkan, selama 65 tahun keberadaan IMF-WB tidak memberikan keuntungan bagi rakyat.

"IMF-WB harus dibubarkan, Negara ini sendiri bisa membangun ekonominya dengan menjalankan reforma agraria sejati dan membangun industri nasional dengan mengakulasi seluruh kekayaan kapital dalam negeri dan tidak bergantung lagi pada modal hutang dan investasi," katanya.

Di Bali sendiri, projek yang diberikan IMF-World Bank kata dia program tourisme yang bermula sejak tahun 70-an.

"Program pariwisata dia mengambil, dia merampas secara halus dan juga paksa atas tanah-tanah rakyat," ujarnya.

Lanjut Helda, tidak ada orang Bali asli memiliki kapital yang besar untuk program tourisme.

Semua investasi kata Helda adalah milik perusahaan-perusahaan yang kapital financenya didominasi oleh  Amerika dan sekutunya.

Halaman
12
Penulis: Hisyam Mudin
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help