22 Relawan Asing Dipulangkan dari Palu, Ada yang Diduga Bawa Surat Palsu hingga Peraturan UU

Bantuan lokal maupun internasional terus mengalir untuk korban gempa donggala dan tsunami di Palu

22 Relawan Asing Dipulangkan dari Palu, Ada yang Diduga Bawa Surat Palsu hingga Peraturan UU
(KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)
Dampak kerusakan akibat gempa Donggala dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9/2018), di Pelabuhan Wani 2, Kecamatan Tanatopea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018) 

Laporan Wartawan Grid.ID, Septiyanti Dwi Cahyani

TRIBUN-BALI.COM - Bantuan lokal maupun internasional terus mengalir untuk korban gempa donggala dan tsunami di Palu.

Namun sayangnya, sempat beredar kabar bahwa banyak relawan asingyang dipulangkan dari Palu beberapa waktu yang lalu.

Hal ini seperti yang dilansir dari Kompas.com terbitan Kamis (11/10/2018.

Salah seorang relawan yang tergabung dalam LSM Afrika Selatan, Give of Givers, Ahmed Bham mengatakan bahwa ia mendengar kabar relawan asingdari Urban Search and Rescue Team (USAR) mendapat pesan dari pemerintah untuk tidak memasuki daerah bencana dan menghentikan aktivitas pencarian korban.

"Semuanya akan dilakukan oleh tim dari dalam negeri dan semua relawan asing diminta kembali ke negaranya masing-masing karena tidak dibutuhkan Indonesia," kata Bham sebagaimana dikutip dari Kompas.com (11/10/2018).

Padahal, menurut Agus Salim, relawan asal Indonesia yang tergabung dalam LSM Strong Together mengatakan jika masyarakat di wilayah terdampak bencana masih sangat membutuhkan bantuan.

Mulai dari makanan, obat-obatan hingga dukungan moral.

Sementara itu, dilansir dari Tribunnews (12/10/2018), total ada 22 relawan asing dari Australia, Tiongkok, Nepal dan Meksiko dipulangkan dari Indonesia.

Sepintas hal ini terdengar kurang masuk akal.

Halaman
123
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved