Basarnas Incar Pengadaan Helikopter dan Kapal Baru di Tahun 2019, Begini Kata M Syaugi

Dalam kunjungannya ke Bali Kepala Basarnas Marsekal Madya TNi M Syaugi, Jumat (12/10/2018) kemarin, mendatangi SAR Pos Jembrana

Basarnas Incar Pengadaan Helikopter dan Kapal Baru di Tahun 2019, Begini Kata M Syaugi
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Helikopter Basarnas melintasi di udara jalan tol darurat Brebes Timur dan Pemalang-Batang di Batang, Jawa Tengah, Kamis (22/6/2017). Basarnas Jawa Tengah (Jateng) telah menyiapkan satu Helikopter jenis Dauphin di exit toll Gringsing-Batang. 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Dalam kunjungannya ke Bali Kepala Basarnas Marsekal Madya TNi M Syaugi, Jumat (12/10/2018) kemarin, mendatangi SAR Pos Jembrana untuk melihat kesiapan personil maupun sarana prasarana yang ada di lokasi.

Dirinya hanya memastikan kesiapan personil juga peralatan yang dimiliki SAR.

Ia mengungkapkan kesiapan Basarnas termasuk di Bali harus tetap selalu siap siaga dalam menjalankan tugas.

Misalnya, ungkap dia, Tim Basarnas yang ditempatkan di Karangasem untuk antisipasi Erupsi Gunung Agung selalu siap siaga di lokasi, ada juga di Pos Buleleng dan Jembrana.

"Memang, jika ada bencana dan tidak menimbulkan korban jiwa, bukan merupakan kerja Basarnas. Tetapi kita ini, institusi pemerintah harus sinergi, sehingga masyarakat melihat adanya ketenangan. Kalau bencana sewaktu-waktu kita ready, karena kita tidak tahu kapan bencana datang," ungkapnya.

Selain itu, untuk edukasi ke masyarakat ia mengatakan jika ada bencana yang berkaitan dengan tugas Basarnas segera hubungi call center bencana (khusus diketahui jika ada korban).

"Yang sederhana kan, laporkan saja langsung di call center Basarnas, yakni 115. Bisa lewat email, teman atau langsung ke kantor Basarnas. Namun jangan main-main dengan nomor telpon Basarnas. Apalagi SOP Basarnas itu jika ada info diterima, maka tidak boleh lewat dari 30 menit untuk menuju ke lokasi," kata Syaugi menginformasikan.

Termasuk tambah dia, melihat di Jembrana itu bagaimana. "Yang utama ialah kita mengecek kesiapan personil dan peralatan. Apakah siap atau tidak 24 jam. Nah itu kan perlu disiapkan, dilatih. Orang-orang ini kan dilatih, jadi ketika terjadi sesuatu siap dia," ujarnya, meyakinkan.

Selain itu ia menuturkan, pihaknya kini tengah menambah personil maupun sarana dan prasarana.

Pihaknya juga tengah mengagendakan membeli Helikopter untuk kebutuhan evakuasi.

"Oh iya, kita kan terus menambah personil maupun peralatan sesuai kemampuan negara. Contohnya, kita ini mengagendakan untuk membeli Helikopter. Pulau kita ini kan jauh-jauh, seperti kemarin itu di Gili Terawangan, Gili Air, itu menjadi kurang sigap jika tidak ada alat semacam itu," jelas dia.

Saat ini pihaknya membeli dua unit, tetapi menggunakan program multi years (dua tahun) karena kalau satu tahun anggarannya belum memadai.

"Selain Helikopter, Basarnas juga membeli Kapal Besar dengan menggunakan program yang sama. Kapal ini bisa memuat bahan bakar 450 ton, yang bisa melakukan operasi di laut berhari-hari. Bisa juga menyuplai bahan bakar ke kapal lainnya. Bisa bawa air bersih 100 ton, dan bisa melakukan pendaratan Helikopter," ucap Syaugi, kemarin.

Kelebihan kapal tersebut lanjut dia, ialah busa membawa Remote Opereted Underwater Vihacle, sebagaimana digunakan dalam pencarian korban kapal tenggelam di Danau Toba beberapa waktu lalu.

Rencananya kedua alat tersebut akan terealisasi pada tahun 2019 mendatang. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved