Penerapan Tri Hita Karana dalam Subak Menurun, Aspek Palemahan Paling Krusial

Subak memang sebagai sebuah sistem irigasi yang khas di Bali dengan menerapkan sebuah filosofi berupa hubungan manusia dengan Tuhan

Penerapan Tri Hita Karana dalam Subak Menurun, Aspek Palemahan Paling Krusial
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Dr. Ir. I Ketut Suamba, MP saat mempresentasikan hasil penelitiannya dengan judul Evaluasi Implementasi Tri Hita Karana pada Sistem Subak Sebagai Warisan Budaya Dunia di Gedung Agrokompleks Fakultas Pertanian Unud, Kampus Sudirman, Denpasar, Bali pada Jum'at, (12/10/2018). 

Laporan wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Berbicara mengenai pertanian di Bali, tidak bisa dilepaskan dari subak.

Subak memang sebagai sebuah sistem irigasi yang khas di Bali dengan menerapkan sebuah filosofi berupa hubungan manusia dengan Tuhan, antarsesama manusia, dan dengan lingkungan yang biasa disebut dengan Tri Hita Karana.

Filosofi Tri Hita Karana tersebut juga sebagai landasan subak dalam menjalankan setiap aktivitas.

Berbagai aktivitas Tri Hita Karana dapat dilihat melalui adanya upacara dalam subak, paruman atau rapat, dan sebagainya.

Dengan adanya konsep Tri Hita Karana yang sifatnya begitu universal, subak pada tahun 2012 lalu diakui sebagai warisan budaya dunia oleh United Nation Educational, Scientifict and Cultural Organitation (UNESCO).

Diakuinya subak sebagai warisan budaya dunia menjadikan masyarakat Bali dan seluruh stakeholder terkait mempunyai tanggung jawab terhadap dunia internasional.

Namun, penerapan Tri Hita Karana dalam subak kini telah terjadi penurunan.

Hal itu ditemukan setelah dilakukan penelitian pada subak yang masuk sebagai warisan budaya dunia, tepatnya di Subak Jatiluwih Kabupaten Tabanan dan Subak di wilayah hulu Sungai Pakerisan Kabupaten Gianyar.

Penelitian tersebut dilakukan oleh akademisi Fakultas Pertanian Universitas Udayana (Unud), yakni Dr. Ir. I Ketut Suamba, MP bersama Prof. Dr. Ir. I Wayan Windia, SU dan Dr.Gede Mekse Korri Arisena, SP., M. Agb., dengan judul Evaluasi Implementasi Tri Hita Karana pada Sistem Subak Sebagai Warisan Budaya Dunia.

Halaman
12
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help