Tanggap Darurat Gempa Palu Diperpanjang, Basarnas Evakuasi 921 Korban, 86 Selamat

Tim Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) berhasil mengevakuasi sebanyak 921 korban bencana di Palu

Tanggap Darurat Gempa Palu Diperpanjang, Basarnas Evakuasi 921 Korban, 86 Selamat
Tribunnews/Irwan Rismawan
Seorang warga terlihat duduk termenung diantara puing reruntuhan, Sabtu (29/9/2018), setelah gempa 7,4 SR mengguncang Palu dan Donggala yang diikuti tsunami pada Jumat (28/9/2018)> 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tim Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) berhasil mengevakuasi sebanyak 921 korban gempa bumi dan tsunami Palu, di mana 86 di antaranya dalam kondisi selamat.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syaugi di sela-sela memberikan arahan di Kantor Basarnas Denpasar, Jumat (12/10/2018) kemarin, mengatakan, kaitan dengan evakuasi korban gempa bumi di Palu, khusus SAR, pihaknya sudah menjalankan sesuai SOP.

SOP-nya ucap dia, berawal dilakukan pencarian selama tujuh hari, setelah masih ada kemungkinan untuk menemukan korban maka ditambah tiga hari, sehingga jadi 10 hari.

"Usai 10 hari, yang kejadiannya Senin lalu, maka kami analisa lagi. Ternyata masih ada kemungkinan orang bisa ditemukan. Ditambahlah tiga hari. Nah tiga hari itu pas kemarin. Dari total pencarian Basarnas mengevakuasi 921 korban. Yang hidup 86 orang, meninggal 835," ucapnya didampingi Kepala Kantor SAR Denpasar I Ketut Gede Ardana.

Setelah menghabiskan 13 hari itu lanjut dia, diadakanlah rapat oleh Gubernur, Basarnas, dan BNPB, TNI-Polri serta tokoh masyarakat.

Hasilnya tim evakuasi dari SAR pusat dihentikan karena tidak efektif lagi.

Namun SAR Palu tetap melaksanakan.

"Tim SAR pusat kami akan ditarik secara gradual (bertahap). Yang penting juga ialah tanggap daruratnya ditambah dua minggu," jelasnya.

Tanggap darurat kata dia, ditambah sampai dua minggu ini, dengan alasan untuk menambah waktu transfer bantuan logistik yang belum sampai di daerah terpencil, termasuk perbaikan jalan terputus.

Di sisi lain ia menekankan bahwa operasi SAR yang dilakukan memiliki tiga kata kunci.

Yakni pertama, pemerintah serius hadir di mana pun, kedua bekerja all-out dan ketiga kerja ikhlas atau dengan hati.

"Kami bekerja all-out, mengerahkan segala upaya untuk menyelematkan saudara kita di sana. Bekerja dengan ikhlas, dengan hati, karena berhadapan dengan orang-orang yang sedang sedih, marah. Sehingga tiga kata kunci ini selalu dipegang personel Basarnas dalam melaksanakan tugas," ujarnya mengingatkan. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help