Investor Rusia Serius Bangun Cable Car, Kabarnya Sudah Disetujui Tokoh Masyarakat Abang Erawang

Proses pembangunan cable car ini bahkan telah mendapat persetujuan dari sejumlah pihak, termasuk tokoh masyarakat setempat

Investor Rusia Serius Bangun Cable Car, Kabarnya Sudah Disetujui Tokoh Masyarakat Abang Erawang
Infografis Tribun Bali

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Sempat menjadi wacana hangat di awal tahun 2018, rencana investor membangun cable car di wilayah Bukit Abang, Desa Suter, Kintamani, Bangli, ternyata tak main-main.

Proses pembangunan cable car ini bahkan telah mendapat persetujuan dari sejumlah pihak, termasuk tokoh masyarakat setempat.

Ketua Lokal Working Group (LWG) Abang Erawang, I Nengah Suratnata, Minggu (14/10/2018), mengungkapkan lokasi pembangunan sejatinya merupakan zona inti dikelola oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Timur, serta tidak boleh diganggu.

Hanya saja terdapat aturan dari KPH, permohonan perubahan zona boleh diajukan oleh masyarakat, menjadi zona pemanfaatan pariwisata, tiap 20 tahun sekali.

Dan pada bulan April tahun 2018 lalu, bertepatan dengan proses permohonan perubahan zona.

Pada bulan April itulah, kata Suratnata, pihak investor bersama konsultannya sudah sempat bertemu dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat Abang Erawang dari tiga desa yakni Abang Batudinding, Abang Songan, dan Suter, dengan tujuan mengutarakan niat serta memohon restu pembangunan cable car.

Ia mengungkapkan, investor asal Rusia itu telah mendapat restu, namun dengan beberapa ketentuan, salah satunya kesucian pura di sekitar lokasi tetap terjaga.

“Dengan ketentuan tersebut, radius pembangunan cable car minimal berjarak 52 meter dari pura, atau dekat dengan arah Danau. Selain itu juga ditegaskan, bahwa pembangunan cable car ini tidak mengganggu aktivitas adat dan agama oleh masyarakat yang berada di sekitar lokasi,” ujarnya.

Proses pembangunan cable car dikatakan Suratnata, saat ini dalam tahap perubahan zona, tepatnya pada pengurusan izin pemanfaatan.

Ia optimis, pembangunan pariwisata baru di Kecamatan Kintamani ini mendapat persetujuan Kementerian Kehutanan, dengan didasari dari berbagai hal.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved