4 Fakta Terbaru Kematian Haringga Sirla, Permintaan Pengeroyok Masuk Pesantren hingga Hasil Visum

Persidangan kasus pengeroyokan yang mengakibatkan tewasnya Haringga Sirla digelar kemarin, Selasa (17/10/2018)

4 Fakta Terbaru Kematian Haringga Sirla, Permintaan Pengeroyok Masuk Pesantren hingga Hasil Visum
mega nugraha/tribun jabar
Dfa, Cepi dan Joko Susilo menjalani rekontruksi sedang ngopi usai mengeroyok Haringga Sirla 

TRIBUN-BALI.COM - Persidangan kasus pengeroyokan yang mengakibatkan tewasnya Haringga Sirla digelar kemarin, Selasa (17/10/2018) di Pengadilan Negeri Bandung.

Adapun berkas yang sudah siap disidangkan tersebut adalah dakwaan dengan tersangka yang masih di bawah umur atau anak-anak, yakni DN dan ST.

Berikut fakta terbaru seputar Haringga Sirla yang telah dihimpun oleh Tribun Jabar.

Orang tua Pengeroyok Ingin Anaknya Masuk Pesantren

Tatang (48), orang tua salah satu penganiaya Haringga Sirla (23), mengatakan anaknya, Dn (16) hanya lulus SD kemudian menimba ilmu di pesantren.

Dn kemudian bekerja jadi operator pom mini.

Saat kejadian, pengeroyokan Haringga, ia sudah meminta anaknya untuk tidak datang ke stadion.

"Tapi anak saya diajak temannya ke stadion menyaksikan langsung Persib melawan Persija," ujar Tatang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung seusai menghadiri sidang perdana anaknya, Selasa (16/10/2018).

Dn dan orang tuanya tinggal di Babakan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung.

Dn ditangkap pada 23 September, seusai menganiaya Haringga di Stadion GBLA atau seusai laga Persib melawan Persija.

Halaman
1234
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved