KMP Nusa Dua Kandas di Barat Lampu Suar Gilimanuk, Ini Keadaan Para Penumpang

Kurang lebih kapal berangkat dari Dermaga Pelabuhan Gilimanuk pukul 22.17 WITA dan kandas pada pukul 23.10 WITA.

KMP Nusa Dua Kandas di Barat Lampu Suar Gilimanuk, Ini Keadaan Para Penumpang
Net
Ilustrasi kapal kandas 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Sebuah Kapal Motor Penumpang (KMP) Nusa Dua, kandas di perairan Selat Bali wilayah Gilimanuk.

Kapal memuat penumpang 32 orang itu, kandas usai diterpa atau terseret arus laut.

Akibat kejadian, penumpang dan kendaraan itu pun terlambat dalam perjalanan ke Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.

Informasinya, KMP Nusa Dua ini terseret arus laut yang deras.

KMP Nusa Dua bertolak dari Pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 22.17 WITA.

Kepala Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) Kelas III Gilimanuk, Nyoman Suryanta membenarkan adanya kapal kandas yang terjadi pada Selasa (16/10/2018) malam hari. 

Kapal kandas disebabkan arus kuat yang terjadi, saat kapal hendak bertolak ke arah pelabuhan Ketapang.

Kurang lebih kapal berangkat dari Dermaga Pelabuhan Gilimanuk pukul 22.17 WITA dan kandas pada pukul 23.10 WITA.

"Karena arus yang deras, ya. Sehingga membuat KMP Nusa Dua kandas," ucapnya, kemarin.

KMP Nusa Dua sendiri, sambung Suryanta, dinahkoda oleh Alfian.

Kandasnya KMP Nusa Dua itu, diketahui posisinya terletak di barat lampu suar merah Pelabuhan Gilimanuk.

KMP Nusa Dua sendiri memuat 32 orang penumpang.

32 orang penumpang ini di antaranya ialah pengemudi dan kenek satu truk ukuran besar, pengemudi dan kenek satu truk sedang.

Kemudian, sembilan kk (kepala keluarga) yang naik di dalam tiga bus sedang, pengemudi pick up dan enam pengendara motor.

"Kesemuanya selamat dari kandasnya kapal ini," ungkapnya.

Suryanta menambahkan, bahwa selamatnya para penumpang itu, setelah pihak Syahbandar mendapat informasi bahwa sekitar pukul 01.00 WITA dini hari, Rabu (17/10/2018) KMP Nusa Dua sudah bertolak ke Ketapang.

Kapal memuat 32 orang penumpang itu kembali berlayar dan diperkirakan sampai di Pelabuhan Ketapang kurang lebih pukul 02.00 WITA.

"Jadi menunggu arus laut tinggi. Ketika arus laut tinggi, maka kapal bisa kembali berlayar," bebernya. (*).

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved