Semangat I Putu Agus Budiarta, Korban Kecelakaan yang Optimistis Jadi Koki Tanpa Satu Kaki

Namanya I Putu Agus Budiarta. Di usia 9 tahun I Putu Agus Budiarta harus menghadapi kenyataan berat, Rabu (17/10/2018).

Semangat I Putu Agus Budiarta, Korban Kecelakaan yang Optimistis Jadi Koki Tanpa Satu Kaki
TRIBUN BALI/EKA MITA SUPUTRA
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta ketika menjenguk Putu Agus (9) di RSUD Klungkung, Rabu (17/10). Anak kelas III SD, asal Desa Paksebali, itu harus kehilangan kakinya karena hancur setelah mengalami kecelakaan. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Namanya I Putu Agus Budiarta. Di usia 9 tahun I Putu Agus Budiarta harus menghadapi kenyataan berat, Rabu (17/10/2018).

Sudah sepekan lebih, I Putu Agus Budiarta terbaring lemah di ruang ICU (intensive care unit) RSUD Klungkung.

Diusianya yang masih sangat muda itu, I Putu Agus Budiarta harus kehilangan kaki kanan akibat kecelakaan yang dialaminya, Senin (8/10/2018) lalu.

Namun, dengan segala keterbatasan itu, I Putu Agus Budiarta tetap optimistis pada masa depannya.

Anak bertubuh kurus itu tetap merajut mimpi. Ia ingin menjadi seorang koki di masa depannya.

Raut wajah I Putu Agus Budiarta tampak sayu. Gestur tubuhnya saat itu menunjukan, jika ia tidak nyaman untuk berbaring di brancard.

Sesekali, Putu Agus menatap kaki kanannya yang sudah terbalut perban. Bocah itu tidak banyak bicara. Hanya murung, setiap melihat kondisi kakinya.

Kondisi Putu Agus Adiputra kemarin sudah mulai setabil, pasca menjalani operasi amputasi pada kaki kanannya.

Selama menjalani perawatan, Putu Agus selalu didampingi kedua orang tuanya, Wayan Sudiarta (38) dan Komang Mariani (30).

Perasaan keduanya sungguh sakit, putra sulung mereka harus mengalami cobaan berat di usia yang masih teramat belia

Halaman
123
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved