Dibuang Berkali-kali, 'Batu Keramat' ini Datang Sendiri ke Pura Penataran Ped Lan Batu Medauh

Dibuang Berkali-kali, 'Batu Keramat' ini Datang Sendiri ke Pura Penataran Ped Lan Batu Medauh

Dibuang Berkali-kali, 'Batu Keramat' ini Datang Sendiri ke Pura Penataran Ped Lan Batu Medauh
Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Panglingsir Pura Penataran Ped lan Batu Medauh, Wayan Mutana menunjukkan batu bergerak atau hidup. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA- Tiga buah batu disakralkan di dalam Pura Penataran Ped Lan Batu Medauh di Banjar Anyarsari Kauh, Desa Nusa Sari, Kecamatan Melaya, Jembrana.

Umat Hindu Bali setempat mempercayai itu.

Tiga buah batu ini disebut bergerak dan hidup.

Baca: Tubuh Bocah 8 Tahun ini Kaku Tiap 30 Menit, Dirujuk ke RSUP Sanglah Dalam Keadaan Lidah Tergigit

Sehingga dianggap bertuah dan sakral.

Peristiwa mistis pun banyak dialami pengempon setempat.

Jumlah pengempon di Pura Penataran Ped Lan Batu Medauh sekitar 125 pengempon.

Penemu batu bergerak atau hidup ini adalah Mangku Segara, Jro Mangku Patriyanta.

Baca: Bagaimana Nasib  Gede Yudi di Taiwan? Perjuangan Sang Kekasih Belum Membuahkan Hasil

Jro Patriyanta mengaku, bahwa awal penemuan batu hidup atau bergerak itu pada tahun 2014 lalu.

Ia kali pertama menemukan ketiga batu tersebut.

Batu-batu itu ditemukan di pinggiran pantai di sisi Pura Penataran Ped.

Baca: Karma, Istri Marah Karena Suami Selingkuh, Besok Suami Tewas, Selingkuhannya Tak Sadarkan Diri

Halaman
1234
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved