Sudah Berfirasat & Dapat Pawisik Membuat Upacara Besar, Sulinggih 34 Tahun Ida Sri Bagawan Berpulang

Sunyi dan tenang, begitulah suasana yang terasa saat memasuki Griya Pedukuhan, Banjar Dukuh, Desa Bunutin, Bangli.

Sudah Berfirasat & Dapat Pawisik Membuat Upacara Besar, Sulinggih 34 Tahun Ida Sri Bagawan Berpulang
Tribun Bali/M. Fredey Mercury
Potret Ida Sri Bagawan Budha Maha Guna Widia semasa hidupnya. Inzet: Jero Mangku Buda saat dijumpai di Griya Pedukuhan, Banjar Dukuh, Desa Bunutin, Bangli, Jumat (19/10/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI -- Sunyi dan tenang, begitulah suasana yang terasa saat memasuki Griya Pedukuhan, Banjar Dukuh, Desa Bunutin, Bangli.

Di griya itulah layon Ida Ratu Sri Bagawan Budha Maha Guna Widia disemayamkan.

Layon atau jenazah Ida Sri Bagawan ditempatkan sementara di gedong bale utama, sembari menunggu prosesi nyiramin layon pada tanggal 24 Oktober mendatang.

Menurut paman Ida Sri Bagawan, bernama Jero Mangku Buda, Ida Sri Bagawan sempat tidak sadarkan diri (koma) sejak delapan hari lalu, dan langsung dilarikan ke RS Prima Medika di wilayah Sesetan, Denpasar.

Namun setelah mendapatkan penanganan medis, sulinggih berusia 34 tahun itu dinyatakan meninggal pada hari Kamis (18/10) pukul 03.00 Wita akibat penyakit paru-paru.

“Tidak banyak anggota keluarga yang tahu bahwa Ida Sri Bagawan memiliki penyakit paru-paru. Termasuk saya yang baru mengetahui penyakit tersebut pada Rabu (17/10) malam ketika dokter hendak mengambil penanganan. Meski penanganan dokter sudah luar biasa, takdir hidup dan mati merupakan kuasa Tuhan. Jika memang Tuhan sudah berkehendak, kami dari pihak keluarga mengikhlaskan,” ujar Jero Mangku Buda saat ditemui Jumat (19/10) kemarin.

Mangku Buda menjelaskan, semasa hidupnya, Ida Sri Bagawan diketahui tertutup soal kondisi fisiknya, apalagi dia tidak pernah mengeluh sakit.

Kesehariannya selalu diisi dengan memberikan pelayanan spiritual pada umatnya yang tangkil.

Ida Sri Bagawan Budha Maha Guna Widia semasa hidup.
Ida Sri Bagawan Budha Maha Guna Widia semasa hidup. (Istimewa)

Namun demikian, Mangku Buda mengungkapkan bahwa jauh sebelum Ida Sri Bagawan meninggal, ia secara pribadi mendapati beberapa kejadian aneh.

Seperti enam bulan lalu, Mangku Buda mendapati salah satu palinggih suci di merajan Ida Sri Bagawan tiba-tiba hancur layaknya terkena gempa.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved