Puteri Maritim 2018, Luh Putu Inggita: Jika Laut Rusak, Dampaknya Sangat Besar

Kisah Luh Putu Inggita Shanti Prabasari Suharta, yang belum lama ini dinobatkan sebagai Puteri Maritim Indonesia 2018

Puteri Maritim 2018, Luh Putu Inggita: Jika Laut Rusak, Dampaknya Sangat Besar
istimewa
Puteri Maritim Indonesia 2018, Luh Putu Inggita Shanti Prabasari Suharta 

TRIBUN-BALI.COM – Satu lagi generasi muda Bali berhasil mengukir prestasi di tingkat nasional. Dia adalah Luh Putu Inggita Shanti Prabasari Suharta, yang belum lama ini dinobatkan sebagai Puteri Maritim Indonesia 2018.

Alumni SMAN 4 Denpasar ini mengaku telah menjadikan laut sebagai teman bermainnya sejak kecil. Ketika senggang, orangtuanya sering mengajaknya main ke laut. 

Baginya laut begitu memanjakan. Sentuhan pasirnya halus, airnya pun menyejukkan.

Belum lagi ketika berkesempatan melihat pemandangan bawah airnya yang menakjubkan. Inilah sebab Gita sangat mencintai laut.

“Saya sering snorkling dan diving untuk melihat apa yang ada di dasar laut. Kekaguman saya pada laut Indonesia pun juga dikarenakan membaca buku sejarah. Di sana disebutkan jika dulu Indonesia sangat jaya dalam bidang kelautan dan maritim,” ungkap Gita.

Ketertarikannya akan dunia maritim dan bahari pun membawa Gita mengikuti pemilihan Puteri Maritim Indonesia 2018.

Dalam ajang ini, Gita berhasil menjadi putri terpilih. Hal ini tentu menjadi kebanggaan putri pasangan Putu Rizet Suharta dan Yanti Rosita Wati ini.

“Bagi saya ajang ini bukan peagant biasa. Pemilihan Puteri Maritim Indonesia 2018 mengajak peserta untuk mengenali potensi laut Indonesia lebih dalam lagi,” ungkapnya.

Rupanya sewaktu karantina, Gita dan putra-putri daerah terpilih juga mendapat pelatihan layaknya seorang taruna. Fisik dan mental peserta ditempa oleh pasukan elit Angkatan Laut.

Gita ingat bagaimana ia dan teman-temannya harus bangun pukul 04.00 dan langsung berolahraga. Ia pun harus senantiasa sigap dan bergerak cepat.

“Ini merupakan hal yang ada di luar kebiasaan saya. Namun inilah yang menarik. Saya sangat beruntung bisa mengikuti pelatihan dengan lancar. Sebelum mengikuti karantina pun saya sudah mempersiapkan diri,” ujarnya.

Menjadi Puteri Maritim Indonesia 2018 pun membawa tanggung jawab baru untuknya.

Ia kini memiliki tugas untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga laut Indonesia.

“Akan sayang sekali kalau laut ini rusak. Padahal hampir semua aspek kehidupan bergantung pada laut. Laut tidak hanya menjadi pendukung ekonomi, aspek budaya pun memiliki kaitan erat dengan laut. Di Bali misalnya, ada banyak sekali upacara yang berhubungan dengan laut. Jika laut sampai rusak, tentu dampaknya akan sangat besar,” tutur gadis kelahiran 1 Juli 1995 ini. 

Penulis: Ni Putu Diah paramitha ganeshwari
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved