25 Peserta Difabel Ikut Kontes Special Got Talent, Unjuk Kebolehan Memainkan Gamelan hingga Menari

Setiap tahun Junior Chamber International (JCI) mengadakan kontes Special Got Talent

25 Peserta Difabel Ikut Kontes Special Got Talent, Unjuk Kebolehan Memainkan Gamelan hingga Menari
Tribun Bali/Rino Gale
Salah satu peserta difabel sedang memainkan gamelan secara kompak dalam Special Got Talent, di Park 23 Kuta, Bali, Minggu (21/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Setiap tahun Junior Chamber International (JCI) mengadakan kontes Special Got Talent dengan peserta difabel dan destability di Park 23 Kuta, Bali.

JCI Indonesia adalah organisasi nasional pemuda non politik dan non sektarian, bagian dari organisasi kepemudaan internasional terbesar di dunia yang berafiliasi pada PBB.

Organisasi ini merupakan komunitas internasional berusia antara 18 sampai 40 tahun, dengan maksud dan tujuan untuk menciptakan perubahan positif di seluruh dunia.

Terlihat raut wajah para kontestan difabel dan disability tersenyum lebar di kursi penonton, menyaksikan kontestan lain beraksi di atas panggung.

Satu per satu dari mereka dipanggil untuk tampil sesuai nomor urut yang telah diberikan.

Beberapa peserta juga terlihat sedang latihan sebelum tampil.

Peserta yang hadir akan menampilkan tari, bernyanyi, dan bermain gamelan.

Minggu (21/10/2018), Local President JCI Badung, Bali, Jentina Pakpahan saat ditemui Tribun Bali menjelaskan, acara kali ini merupakan tahun ketiga Special Kids Got Talent.

Dijelaskannya, acara ini berlangsung setiap tahun sebagai bentuk kepedulian serta awareness terhadap para difabel.

"Seperti data statistik tahun 2015 di Indonesia, penderita difabel dan disability sudah lebih dari 10 persen. Itu menjadi konsen kami sebagai pemuda Indonesia untuk berbuat sesuatu. Apa yang kami lakukan ini kecil, mungkin akan menjadi luar biasa karena memberikan panggung buat mereka," ujarnya.

Selain memberikan panggung, JCI juga memberikan bantuan dan aksi sosial.

"Kami pernah berkunjung ke tempat para difabel dan disability untuk memberikan pengarahan," ujarnnya.

Jentina menegaskan, JCI  tidak mempedulikan 99 persen kelemahan, melainkan fokus pada 1 persen kelebihan.

"Kelebihannya kita kembangkan dan wujudkan masyarakat Indonesia agar tidak memandang rendah kaum difabel," ujarnya.(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved