Basarnas Bali Bersama TNI/Polri Gelar Latihan Kesiapsiagaan di Pelabuhan Benoa

Giat latihan ini rutin digelar Basarnas Provinsi Bali agar senantiasa siap dan siaga

Basarnas Bali Bersama TNI/Polri Gelar Latihan Kesiapsiagaan di Pelabuhan Benoa
Istimewa
Basarnas Bali gelar latihan di Pelabuhan Benoa, Senin (22/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tim Basrnas Provinsi Bali giat latihan di Pelabuhan Benoa, Senin (22/10/2018).

Tidak hanya personel Basarnas, personel dari TNI/Polri ikut dalam kegiatan latihan tersebut.

Kepala Kantor SAR Kelas A Denpasar, Ketut Gede Ardanan menjelaskan, program ini rutin digelar Basarnas Provinsi Bali agar senantiasa siap dan siaga.

Ini sesuai dengan moto yang digunakan yakni tiada hari tanpa operasi, siaga, latiahan, dan koordinasi.

Dalam kegiatan ini ada beberapa hal yang perlu dijelaskan, seperti dari sisi operasi SAR.

Pasalnya, yang diuji dalam kegiatan ini adalah kesiapsiagaan dan pelayanan terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan besar.

"Jadi kita dari kesiapsiagaan bisa kita hitung. Jadi tadi target respon 15 menit. Walaupun itu standarnya 30 menit. Uji kesiapsiagaan kita bisa lihat tadi dengan rencana kegiatan ini mengalir dan mencair. Sepertinya kita sudah terbiasa melaksanakan tugas-tugas seperti ini," jelasnya.

Menurutnya, dari segi kemampuan yang ada, baik yang dimiliki Basarnas maupun potensi SAR, telah teruji dalam hal kerja sama atau teamwork, dan itu sudah berjalan sesuai dengan rencana latihan.

"Dua sisi inilah yang bisa menunjang yang lainnya serta sesuai moto Basarnas. Koordinasi inilah yang kita pegang, memang ketika diucapkan mudah sekali, tapi dalam implementasinya itu susah. Maka dari itu hasil evaluasinya sudah cukup puas, karena dari rundown kegiatan, pelaksanaannya sudah berjalan. Ketika di lapangan, masing-masing personel sudah tahu tugasnya masing-masing dan bisa melakukan dengan baik. Dari situ hasil target yang kita capai dan ini minimal dari pergerakan 15 menit," ungkapnya.

Hasil kegiatan yang dinilai adalah memahami personel, bagaimana operasi sesungguhnya terkait kerja sama di lapangan yang dilakukan dengan baik, serta mengurangi korban jiwa.

Adapun program-program Basarnas Denpasar yang masih tersisa yakni satu kegiatan besar untuk skala kecil di otoritas pelabuhan.

Dikatakan, besok akan dilakukan kegiatan latihan di perbatasan wilayah Provinsi Bali dan provinsi NTB yang nantinya diuji cobakan pada bulan November.

Menurut informasi, sistemnya juga sama yaitu dengan mengundang semua jajaran institusi stakeholder yang ada di Provinsi Bali.

"Kita lempar kasus kejadian khusus yang terjadi terkait kecelakaan kapal di daerah perbatasan Bali-NTB. Dari sinilah nantinya akan ada evaluasi kemampuan personel itu seperti apa, dan target yang harus kita capai seperti apa. Itu harapan kita pada bulan November minggu ketiga," ungkapnya.(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved