'Mantra Malam' di Jatijagat Kampung Puisi, Denpasar

Selain itu, Agustina Thamrin juga tampil membawakan teaterisasi puisi yang berkisah tentang kehidupan suku Dayak dan ritual magisnya.

'Mantra Malam' di Jatijagat Kampung Puisi, Denpasar
Istimewa
Agustina Thamrin, penyair dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan 

TRIBUN-BALI.COM - Agustina Thamrin, penyair dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan, meluncurkan buku kumpulan puisi keduanya yang berjudul “Mantra Malam” (Kosa Kata Kita, Jakarta, 2018).

Acara digelar pada hari Selasa, 23 Oktober 2018, jam 19.30 Wita, di Jatijagat Kampung Puisi, Jl. Cok Tresna No.109, Renon, Denpasar.

Acara dimeriahkan oleh warga Jatijagat Kampung Puisi (JKP) dan Dapur Sastra Jakarta (DSJ) dengan pembacaan puisi, musikalisasi puisi. Penyair yang tampil membaca puisi, antara lain Wayan Jengki Sunarta, Nunung Noer El Niel, Winar Ramelan, Remmy Novaris DM.

Selain itu, Agustina Thamrin juga tampil membawakan teaterisasi puisi yang berkisah tentang kehidupan suku Dayak dan ritual magisnya.

Peluncuran buku ini juga dimaknai dengan diskusi mengupas “Mantra Malam”. Pengupasnya adalah penyair Warih Wisatsana (Bali) dan Conie Sema (Lampung) dipandu Riri Satria (Jakarta).

Agustina Thamrin lahir di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 28 Agustus 1967.

Dia menjadi instruktur vocal dan paduan suara di SLTA dan perguruan tinggi.

Sejak usia lima tahun berkesenian, khususnya di bidang seni suara, dididik langsung oleh alm ayahnya, H.A. Thamrin.

Agustina beberapa kali meraih juara Bintang Radio dan Televisi jenis seriosa wanita tingkat  Provinsi Kalimantan Selatan.

Buku kumpulan puisi pertamanya berjudul “Membelah Dada Banjarbaru” (2016), buku keduanya “Mantra Malam” (2018).

Halaman
12
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved