Stakeholder Pariwisata Harus Kedepankan Millenial Tourism di Era Industri 4.0

Pariwisata nampaknya menjadi salah satu sektor yang tidak bisa dilepaskan dari isu era industri 4.0

Stakeholder Pariwisata Harus Kedepankan Millenial Tourism di Era Industri 4.0
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Wisatawan asing sedang berlibur ke Pulau Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Minggu (7/10/2018). Menjelang pertemuan IMF di Bali, tingkat hunian sejumlah hotel di Nusa Penida justru menurun. 

Laporan wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pariwisata nampaknya menjadi salah satu sektor yang tidak bisa dilepaskan dari isu era industri 4.0.

Oleh karena itu, kalangan akademisi dari Fakultas Pariwisata Universitas Udayana (Unud) segera merespon hal tersebut.

Kamis (18/10/2018) lalu, Fakultas Pariwisata mengadakan seminar bertajuk Pariwisata dalam Pusaran Gelombang Revolusi Digital 4.0.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Pariwisata Unud, I Nyoman Sukma Ariada saat ditemui Tribun Bali usai acara berlangsung di Gedung Pascasarjana Lantai 3, Kampus Unud, Sudirman, Denpasar, Bali memaparkan bahwa pada era industri digital ini dunia lebih dipegang oleh generasi milenial dan generasi Z.

Oleh karena itu, generasi yang berada di atas milenial harus mencoba mengikuti perkembangan zaman sehingga tidak tertinggal.

Apalagi menurutnya, generasi milenial kini telah memasuki dunia kerja dan beberapa diantaranya telah memegang peranan penting.

Sementara itu, yang juga perlu disikapi adalah adanya millennial tourism.

Sukma Ariada menjelaskan, ada beberapa penelitian tesis yang menyebutkan bahwa millennial tourism ini mempunyai kebiasaan yang berbeda dengan turis sebelumnya.

"Mereka pasti akan memposting apa yang mereka dapatkan di destinasi, entah makanan, entah mereka berada dimana, itu akan mereka posting secara cepat," terangnya.

Halaman
12
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved