Buka Rekening Efek Saham di Bank Permata Tanpa Tanda Tangan

Terobosan terbaru ini, menyederhanakan proses pembukaan rekening efek saham dan reksadana secara full digital

Buka Rekening Efek Saham di Bank Permata Tanpa Tanda Tangan
Istimewa
Grand Launching digitalisasi pembukaan rekening efek dan rekening pertama di Indonesia. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pertama kali di Indonesia, pembukaan rekening efek secara full digital dilakukan oleh PT Indo Premier Sekuritas bekerja sama dengan PT Bank Permata Tbk.

Terobosan terbaru ini, menyederhanakan proses pembukaan rekening efek saham dan reksadana secara full digital, tanpa memerlukan tanda tangan basah calon investor.

Jika sebelumnya, proses pembukaan rekening efek bisa memakan waktu beberapa hari karena masih diperlukannya tanda tangan basah dan verifikasi melalui tatap muka, dengan proses terbaru ini cukup memerlukan waktu kurang dari 1 jam untuk  pembukaan rekening efek saham dan reksadana.

Sama layaknya, seperti pengalaman nasabah saat mendaftarkan diri di situs e-commerce untuk berbelanja.

Calon investor cukup melakukan registrasi secara digital dengan mengunduh terlebih dahulu aplikasi IPOTGO dan IPOTPAY milik Indo Premier, memasukkan nomor e-KTP,  mengunggah foto diri dengan memegang e-KTP dan foto spesimen tanda tangan.

Dalam waktu kurang dari satu jam, nasabah akan mendapatkan rekening efek sebagai rekening transaksi, sub rekening efek (SRE) sebagai rekening penyimpanan efek, nomor SID (Single Investor Identification), serta rekening dana nasabah (RDN) yang dibukakan di Permata Bank sebagai bank RDN terdaftar untuk rekening penampungan dana.

“Terobosan ini, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan jumlah investor baru secara signifikan, karena permasalahan utama yang menjadi keluhan calon investor yang ingin bertransaksi efek sudah bisa diatasi,” tegas President Director PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, dalam siaran pers yang diterima Tribun Bali, Rabu (24/10/2018).

Standar industri yang lama bisa memakan waktu 2-3 hari bagi calon investor yang berbasis di Jabodetabek, untuk memiliki rekening efek lengkap yang siap transaksi, dan proses tersebut bisa membutuhkan waktu 1 minggu atau bahkan lebih, bagi calon investor yang berada di luar Pulau Jawa.

Kemudahan ini pun, diyakini bisa menumbuhkan animo positif masyarakat Indonesia untuk berinvestasi di efek saham maupun reksadana, serta diharapkan bisa meningkatkan pemerataan dan akses ke pasar modal bagi investor-investor yang di daerah.

Halaman
12
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved