Dana Bencana Karangasem Turun Rp 4 Miliar Padahal Rawan Nomor 1 di Bali dan 93 di Indonesia

Anggaran tanggap bencana di Karangasem menurun dari Rp 8 miliar di tahun 2018 menjadi Rp 4 miliar untuk tahun depan

Dana Bencana Karangasem Turun Rp 4 Miliar Padahal Rawan Nomor 1 di Bali dan 93 di Indonesia
Tribun Bali/Saiful Rohim
Kondisi Pesisir Pantai Seraya di Banjar Dinas Ujung Pesisi, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem beberapa waktu lalu. Karangasem adalah daerah rawan bencana nomor satu di Bali. Namun pemerintah justru menurunkan anggaran tanggapan bencana. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Anggota DPRD Karangasem, I Nyoman Musna Antara, tak habis pikir.

Anggaran tanggap bencana di Karangasem menurun dari Rp 8 miliar di tahun 2018 menjadi Rp 4 miliar untuk tahun depan.

Politikus Golkar ini menilai, langkah tersebut tidak tepat.

Sebab Karangasem berada di urutan 93 daerah rawan bencana sesuai Indek Resiko Bencana Indonesia.

Belum lagi saat ini Gunung Agung masih berstatus Siaga atau Level III.

Potensi letusan pun masih ada.

Penurunan dana tanggap bencana ada dalam rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2019.

"Tidak cocok diturunkan, seharusnya dinaikkan. Kami akan tetap usulkan agar anggaran bencana ditambah. Bila perlu naik menjadi Rp 10 miliar," ujarnya, Kamis (25/10/2018).

Kabupaten Karangasem adalah daerah yang dilalui sesar atau patahan.

Energi yang dilepaskan menyebabkan gerakan yang cepat pada sesar aktif yang merupakan penyebab utama gempa bumi.

Halaman
123
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved