Bali Paradise

Dandim Bangli Sambangi Air Terjun Krisik, Berharap Pengembangan Wisata Sesuai Tri Hita Karana

Dandim 1626/Bangli bersama anggota melihat secara langsung potensi objek wisata Air Terjun Krisik

Dandim Bangli Sambangi Air Terjun Krisik, Berharap Pengembangan Wisata Sesuai Tri Hita Karana
Istimewa
Dandim 1626/Bangli bersama anggota melihat berkunjung ke objek wisata Air Terjun Krisik yang berlokasi di Banjar Tembuku Bakas Tembuku Bangli , Kamis (25/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Dandim 1626/Bangli bersama anggota melihat secara langsung potensi objek wisata Air Terjun Krisik yang berlokasi di Banjar Tembuku Bakas Tembuku Bangli, Kamis (25/10/2018).

Kedatangan Dandim 1626/Bangli disambut oleh Danramil 1626-03/Tembuku, Kades Tembuku, Kelian Subak Tembuku dan anggota Subak Tembuku.

Dandim 1626/Bangli, Letkol Cpn Andy Pranoto M.Sc mengucapkan terima kasih kepada Kades Tembuku dan Kelian Subak karena telah ditunjukkan tempat wisata yang sangat indah dan bagus di wilayah Bangli tersebut.

"Ini merupakan potensi yang kita miliki dan perlu dikelola dan dipromosikan ke depannya, sehingga tempat ini akan melengkapi destinasi wisata yang ada di Bangli," tuturnya melalui pers rilis yang diterima Tribun, Jumat (26/10/2018).

Menurut Dandim, tempat ini masih perlu penataan dan pembenahaan serta sarana pendukung untuk menarik wisatawan datang ke sini, seperti tempat parkir dan sarana penunjang lainnya.

"Tempat ini sangat luar biasa dan menakjubkan. Namun demikian Dandim berharap agar dalam penataan tempat ini tetap mengedepankan prinsip Tri Hita Karana, sehingga masih terjalin hubungan yang baik antara manusia dan alam sekitar, serta dapat memberikan berkah bagi warga Tembuku," paparnya.

Kades Tembuku I Ketut Mudiasa juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Komandan Kodim Bangli atas atensinya, yang telah secara bersama-sama melihat dari dekat potensi objek wisata Air Terjun Krisik.

Pihaknya sangat mengharapkan dukungan karena dalam menata objek wisata tersebut tidak bisa sendiri.

Perlu Kolaborasi antar komponen yang lain sehingga objek wisata tersebut menjadi tempat yang tertata rapi serta representatif untuk dikunjungi wisatawan.

"Kami juga akan menganggarkan dana desa untuk membantu pembangunan infrastruktur," tegasnya.(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved