Perjuangan Hidup Bocah 10 Tahun dari Tanah Ampo, Lahir Tak Normal Lalu Divonis Gagal Ginjal

Penderitaan tak cukup sampai di situ, perjuangan hidupnya hingga di usianya yang genap 10 tahun tahun ini kembali harus diuji.

Perjuangan Hidup Bocah 10 Tahun dari Tanah Ampo, Lahir Tak Normal Lalu Divonis Gagal Ginjal
Tribun Bali / M Ulul Azmi
Komang Suarta saat menemani anaknya, Komang Wiratama, usai menjalani proses pemasangan double lumen di Ruang Angsoka 3, bed 302 RSUP Sanglah, Denpasar, Jumat (26/10/2018). 

TRIBUN-BALI.COM - Raut wajah Ketut Wiratama, bocah berumur 10 tahun asal Desa Adat Sibetan, Banjar Tanah Ampo, Desa Jungutan, Bebandem, Karangasem, Bali ini tampak tegar. Namun siapa sangka, di balik wajahnya yang murah senyum itu ternyata menyimpan beban penderitaan yang tak semua orang mungkin mampu menanggungnya.

SEJAK lahir, Wiratama terlahir abnormal tanpa memiliki anus, bibir sumbing, hingga kelainan fisik pada alat kelaminnya.

Penderitaan tak cukup sampai di situ, perjuangan hidupnya hingga di usianya yang genap 10 tahun tahun ini kembali harus diuji.

Hasil diagnosa dokter menyebutkan, ia divonis menderita gagal ginjal kronis di usianya yang masih belia.

Saat Tribun Bali berkesempatan menjenguknya di kamar Angsoka 3 bed 302 RSUP Sanglah, Jumat (26/10/2018), bocah kecil ini hanya bisa tersenyum simpul seraya mengacungkan jempolnya.

Isyarat jempol ini ia gunakan untuk menyampaikan bahwa ia merasa baik-baik saja dan berterima kasih telah dikunjungi.

Saat itu, ia terpaksa kembali dirawat di RSUP Sanglah, Denpasar, usai dilakukan pemasangan double-lumen (alat tranfusi cuci darah yang ditanam pada bagian tubuh) pada paha kanannya.

Ini adalah operasi pemasangan kali ketiga, setelah dua alat double-lumen di bagian leher sudah tak bisa lagi digunakan.

"Sebelumnya, alat dipasang di leher kanan, lalu di kiri. Kemarin yg di leher baru copot, sekarang dipasang lagi di bagian paha. Karena di leher sudah tak bisa lagi," ungkap sang ayah, Komang Suarta, sembari mengelus rambut anaknya.

Wiratama divonis menderita gagal ginjal sejak usia lima tahun.

Halaman
1234
Penulis: eurazmy
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved