Warga Tempek Klod Kauh Memohon Keselamatan Bangsa Saat Prosesi Shafaran di Makam Balok Sakti

Krama Tempek Kelod Kauh, Baanjar Kecicang Islam, Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem mengelar Shafaran di makam Syeich Abdurrahman

Warga Tempek Klod Kauh Memohon Keselamatan Bangsa Saat Prosesi Shafaran di Makam Balok Sakti
TRIBUN BALI/SAIFUL ROHIM
Krama Tempek Kelod Kauh, Banjar Dinas Kecicang Islam, Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem mengelar shafaran di Makam Balok Sakti, Minggu (28/10/2018). 

Warga Tempek Klod Kauh Memohon Keselamatan Bangsa Saat Prosesi Shafaran di Makam Balok Sakti

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Krama Tempek Kelod Kauh, Banjar Kecicang Islam, Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem mengelar Shafaran di makam Syeich Abdurrahman alias Balok Sakti di Toh Pati, Kecamatan Bebandem, Minggu (28/10) pukul 16.00 WITA.

Warga yang datang ke makam mencapai ratusan orang.

Setiba di makam, krama yang datang langsung membaca Ayat Suci Alquran dan Shalawatan.

Baca: Live Streaming RCTI SEDANG BERLANSGUNG Timnas U-19 Indonesia Vs Timnas Jepang, Penentu Piala Dunia

Baca: Diremehkan Saat Perang, Marinir Indonesia Lakukan Serang Cepat hingga Tewaskan Pasukan Elit Inggris

Baca: Tangan-tangan Kreatif Ubah 2.000 Keping Terumbu Karang dari Keramik Menjadi Karya Luar Biasa

Meenurut Ahmadi, warga Kelod Kaoh, Shafaran rutin digelar tiap tahun.

Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.

"Ini yang kedua kali Shafaran digelar di Makam Balok Sakti. Sebelumnya, pernah sekali. Waktunya sudah lama. Balok Sakti ini nenek moyang kami. Ulama yang memiliki peengaruh dalam penyebaran Islam di Karangasem,"jelas Ahmadi Mahasiswa Hukum.

Pria asli Kecicang Islam mengatakan, tradisi Shafaran digelar setiap bulan Shafar (kelender Islam).

Tradisi ini bertujuan meminta keselamatan serta ridho dari Allah SWT. Mendo'akan nenek moyang, keluarga, kampung, keselamatan nusa dan bangsa.

"Tujuan kegiatan ini yakni untuk mengingat kematian, mendoakan leluhur, keluarga, orang tua, kampung Kecicang Islam. Yang terpenting yakni mendoakan Bangsa Indonesia yang sedang dilanda musibah," tambah Rahmat Busthomi, warga tempek Klod Kaoh. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved