Pesawat Lion Air Jatuh

Pesawat Lion Air JT 610 Jatuh, Alumni Smansa Singaraja Turut Berduka

Selain Kementrian Keuangan, keluarga SMAN 1 Singaraja juga berduka dengan jatuhnya pesawat Lion Air JT 610

Pesawat Lion Air JT 610 Jatuh, Alumni Smansa Singaraja Turut Berduka
Tribun Bali/Prima
Ilustrasi pesawat Lion Air yang jatuh 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Selain Kementrian Keuangan, keluarga SMAN 1 Singaraja juga berduka dengan jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) pagi.

Salah satu penumpang, I Gusti Ayu Ngurah Metta Kurnia yang dalam daftar tertulis IGA Ngurah Metta Kurnia, diketahui merupakan alumni Smansa Singaraja angkatan tahun 1993 jurusan Ilmu-Ilmu Fisik.

Baca: IGA Ngurah Metta, Penumpang Lion Air JT 610 Ini dari Buleleng, Sang Kakak Histeris

Baca: Detik-detik Pesawat Lion Air JT 610 Jatuh, Menukik dari Ketinggian 750 Meter di Tanjung Karawang

Seorang alumni Smansa Singaraja anggkata 1993,

Rekan satu angkatan Metta di Smansa Singaraja, Dr Putu Arya Nugraha, pun mengaku mengenal betul sosok Metta. Bahkan ia mengaku berteman sejak SMP.

“Saat SMP saya sering memboncengnya dengan sepeda gayung belajar bersama di Banyuasri,” tutur Arya Nugraha kepada Tribun Bali, kemarin.

Arya mengaku sama-sama dari Kecamatan Banjar.

Ia Desa Kayuputih sedang Metta Dusun Munduk, Desa Banjar.

“Setamat SMA, dia melanjutkan di STAN (Sekolah Tinggi Akutansi Negara),” ujar dokter yang kini bertugas di RSUD Buleleng ini.

Mewakili alumni Smansa Singaraja 93, ia pun mendoakan yang terbaik bagi Metta.

“Semoga semua penumpang dan sahabat saya Metta diberkati keselamatan,” katanya, sembari menyebut Metta merupakan siswa yang cerdas.

Kepala Smansa Singaraja, Putu Eka Wilantara, pun membenarkan jika Metta adalah alumni di sekolah tersebut.

Wanita kelahiran 21 Juli 1974 ini tergolong siswa cerdas dan sering membawa nama baik sekolahnya.

Yang paling diingat, Metta pernah mengkuti lomba Akuntansi.

Namun Wilantra mengaku tidak dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai Metta, sebab data-datanya yang tersimpan sangat minim.

"Ya ini menurut cerita para alumni, bahwa yang bersangkutan adalah siswa berprestasi, sering ikut lomba. Setahu kami, dia lulus STAN tahun 1996. Kami tidak memiliki rekaman data untuk alumni tahun-tahun tersebut," ungkapnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved