Yowana Desa Adat Kerobokan Dorong Gerakan GIRI Movement

Ada dua misi yang akan dijalankan yakni membantu meperbaiki lingkungan, dan mengelola sampah menjadi suatu barang yang berguna.

Yowana Desa Adat Kerobokan Dorong Gerakan GIRI Movement
Tribun Bali/Rino Gale
Ketua Yowana Desa Adat Kerobokan, I G Prayoga mendatangi Kadis DLHK Badung membahas terkait program GIRI Movement, Kamis (1/11/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Yowana Desa Adat Kerobakan mendorong gerakan Green Innovation Reduce Intelijen (GIRI) Movment.

Yowana adalah salah satu organisasi pemuda Desa Adat Kerobokan yang terdiri 50 banjar dan mempunyai visi dan misi di bidang lingkungan dan kebersihan.

Dengan banyaknya pariwisata yang berkembang pesat di daerah Kerobokan menimbulkan dampak positif maupun negatif, timbullah suatu program yang dicanangkan dan akan dilakukan yakni GIRI Movment

Program GIRI Movement ini langsung disetujui oleh Kepala Dinas Lingkungan dan Kebersihan.

Kamis (1/11/2018), Ketua Yowana Desa Adat Kerobokan, I G Prayoga menjelaskan, banyak dampak positif yang sudah diberikan oleh pariwisata, namun dampak negatifnya belum serius ditangani.

Hal tersebut tidak bisa serta merta menyalahkan atau menihilkan kinerja pemerintah Kabupaten Badung, melainkan diperlukannya kerja sama di beberapa titik terkait penanganan sampah.

Ada dua misi yang akan dijalankan yakni membantu meperbaiki lingkungan, dan mengelola sampah menjadi suatu barang yang berguna.

Hasil dari pertemuan tersebut, realisasi program ini yakni bekerja sama dengan Bank sampah lewat Mou, kemudian ditawarkanlah kepada pihak hotel dan restaurant.

Artinya sampah dari hotel maupun restaurant nantinya tidak serta merta dibuang saja, namun pihaknya akan memilah sampah tersebut untuk dikirimkan ke Bank sampah.

"Sampah bisa kita ambil positifnya dengan cara memungut sampah atau jasa buang sampah, itu program GIRI Movement. Itu yang kita lihat dan belum ditangani secara serius. Maka kami dari pemuda bagaimana dengan mengelola sampah secara inovatif menghasilkan pemasukan dari sampah tersebut," ujarnya

Pemasukan dari sampah tersebut nantinya akan disalurkan ke desa adat untuk penghijauan dan kebersihan serta fasilitas semacam tong sampah pantai khususnya wilayah Kerobokan.

"Kami rencanakan uang hasil dari sampah ini untuk melakukan penghijauan di Pantai Petitenget dan pembelian tong sampah. Selain itu kami rencanakan untuk memberikan santunan kepada panti asuhan dan kegiatan sosial lainya," ungkapnya. (*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved