Perang Dagang China dan Amerika Untungkan Industri CPO

perang dagang antara Amerika Serikat dan China cukup menguntungkan industri CPO di Indonesia.

Perang Dagang China dan Amerika Untungkan Industri CPO
14th Indonesia Palm Oil Conference (IPOC) kembali diadakan di Bali, selama 2 hari di Nusa Dua. 

Perang Dagang China dan Amerika Untungkan Industri CPO

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA- 14th Indonesia Palm Oil Conference (IPOC) kembali diadakan di Bali, selama 2 hari di Nusa Dua.

Berbagai pembahasan pun dilakukan terkait minyak sawit atau crude palm oil (CPO).

Chairman Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Joko Supriyono, menjelaskan bahwa perang dagang antara Amerika Serikat dan China cukup menguntungkan industri CPO di Indonesia.

“Kami optimistis dengan prospek harga CPO, karena dari perang dagang ini membuat China harus mencari sumber minyak nabati alternatif. Sehingga apabila perang dagang berlangsung sampai 2019 maka permintaan minyak sawit dari Indonesia akan bertambah,” jelasnya di Nusa Dua, Badung, Jumat (2/11/2018).

Hal ini pun didukung dengan permintaan dari India dan Pakistan, karena menipisnya stok di kedua negara tersebut.

Walau demikian, ia mengatakan industri kelapa sawit sangat berhubungan dengan tujuan-tujuan yang ada pada Sustainable Development Goals (SDGs).

“No palm oil, no SDGs,” imbuh Pietro Paganini, dari John Cabot University, Roma.

Hal ini diungkapkan terkait dengan kampanye negatif, dan reputasi buruk yang sering ditujukan kepada industri kelapa sawit.

Menurutnya, boikot terhadap minyak kelapa sawit, dapat membahayakan tercapainya tujuan SDGs karena sebenarnya kelapa sawit merupakan salah satu hasil panen dengan tingkat keberlanjutan yang tinggi.

Halaman
1234
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved